, ,

Zarif: AS Bertanggungjawab Atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Yaman

oleh

TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa para “klien jagal” Washington telah menghabiskan miliaran dolar untuk membom sasaran sipil di Yaman, menekankan bahwa AS bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan di negara Arab yang miskin itu.

“Kamu tahu @SecPompeo? Bangsa Yaman sendiri yang bertanggung jawab atas kelaparan yang mereka hadapi. Mereka seharusnya mengizinkan klien-klien jagalmu menghabiskan miliaran dolar untuk membom bus sekolah & jutaan dolar untuk meringankan risiko ini, untuk memusnahkan mereka tanpa perlawanan. #HaveYouNoShame,” demikian bunyi sindiran Zarif untuk menlu AS, Mike Pompeo dalam pesan yang diposting di akun Twitternya pada Kamis malam.

“Sebagaimana di Yaman, @SecPompeo menyalahkan Iran atas sanksi AS yang melanggar hukum, yang mencegah akses bagi rakyat Iran terhadap layanan keuangan untuk makanan dan obat-obatan. Tentu saja, kami akan menyediakannya untuk rakyat kami terlepas dari upaya AS. Tapi AS bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Iran & Yaman, ”tambahnya dalam cuitan berikutnya.

Baca35 LSM Peringatkan Separuh Yaman Diambang Kelaparan.

Sindiran keras Zarif ini dikeluarkan setelah tiga puluh lima LSM Yaman dan internasional pada hari Rabu menyerukan penghentian segera pertempuran di Yaman, di mana mereka memperingatkan perang koalisi yang dipimpin Saudi telah menempatkan 14 juta orang di ambang kelaparan.

“Dengan 14 juta pria, wanita dan anak-anak di ambang kelaparan , yang merupakan setengah dari populasi negara, tidak pernah ada waktu yang lebih mendesak untuk bertindak,” kata LSM-LSM tersebut dalam sebuah pernyataan bersama.

Pernyataan itu juga menyerukan kepada dunia untuk “memastikan penghentian segera permusuhan” dan “menangguhkan pasokan senjata yang berisiko digunakan di Yaman”.

“Kami menyerukan kepada pemerintah (dunia) untuk melipatgandakan upaya mereka guna menjamin akses tanpa hambatan ke barang-barang penting … termasuk melalui pelabuhan penting Hodeida, di mana warga sipil telah terperangkap dalam pertempuran baru selama beberapa hari terakhir.” Bunyi pernyataan tersebut lebih lanjut. [Sfa]