,

Polisi Inggris Lindungi Penentang Saudi

oleh
Polisi Inggris
Polisi Inggris

LONDON – Polisi Inggris telah memperingatkan seorang penentang kerajaan Saudi bahwa nyawanya berada dalam keadaan bahaya dan bahwa ia kini ditempatkan di bawah perlindungan mereka.

Penentang kerajaan Saudi yang tinggal di London itu sebagaimana dikutip oleh BBC-Arab mengatakan bahwa polisi Inggris menempatkannya di bawah perlindungan ketat setelah diberi peringatan tentang “bahaya yang mengancam jiwa.”

Baca: Khashoggi Dibunuh karena Ungkap Pendanaan Saudi atas Saluran TV Anti-Iran

Polisi London hingga kini menolak mengomentari pengakuan tersebut.

Penentang Saudi yang tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan itu, menegaskan bahwa ia ditempatkan di bawah perlindungan ketat 24 jam setelah polisi Inggris menyadari pekan lalu bahwa bahaya tengah mengancam hidupnya.

Lawan Saudi, yang telah menjadi pencari suaka di London selama beberapa tahun itu telah menjadi sasaran berbagai ancaman dan serangan fisik.

Ia mengatakan kepada BBC-Arab bahwa ancaman keamanan ini diketahui oleh unit kontraterorisme Inggris melalui program intersepsi komunikasi.

Baca: Saudi Intai Khashoggi Pakai Spyware Canggih Israel

Beberapa penentang kerajaan telah meninggalkan Arab Saudi menuju negara-negara Barat, terbang dari pembatasan Kerajaan. Namun, pihak berwenang Arab Saudi membantah klaim tersebut, menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai hak asasi manusia.

Otoritas Inggris sendiri tidak mengomentari cerita tersebut sampai berita ini diturunkan.

Peringatan polisi ini sendiri datang setelah lebih dari sebulan lalu wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, yang mengkritisi putra mahkota Saudi, dicekik dan dimutilasi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober oleh 15 anggota tim pembunuh.

Baca: Saudi Kirim Tim Rahasia Bertugas Buang Mayat Khashoggi

Banyak pengamat, termasuk beberapa anggota parlemen AS terkemuka, mencurigai Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memiliki peran dalam memerintahkan pembunuhan itu. Para pejabat Turki juga telah menyarankan bahwa perintah datang dari tingkat tertinggi keluarga kerajaan Saudi, tetapi Ankara telah berulang kali mengatakan tidak percaya ayah putra mahkota, Raja Salman, berada di balik pembunuhan itu. (SFA)