,

Kebijakan Trump Percepat Kemusnahan Amerika

oleh
Louis Farrakhan
Louis Farrakhan

TEHERAN – Pemimpin Gerakan Nation of Islam yang berbasis di AS, Louis Farrakhan, memperingatkan bahwa kebijakan Presiden Donald Trump dapat menyebabkan kemusnahan Amerika.

Berbicara dalam konferensi pers hari Kamis (08/11) yang diadakan di markas Press TV di Tehran, Farrakhan mengatakan bahwa kebijakan Trump mengikis kepercayaan terhadap AS di seluruh dunia.

Ia memperingatkan bahwa kebijakan administrasi Trump, termasuk sanksi baru pada bangsa Iran, akan “mendorong kemusnahan” Amerika Serikat.

Baca: Analis: PM Israel dan Bin Salman Aktor Sanksi AS atas Iran

“Kebijakan pemerintah kami akan membawa perang di Timur Tengah yang akan menjadi pemicu perang terbesar yang pernah terjadi; perang Armagedon yang dibicarakan dalam Alkitab, ”kata Farrakhan, mengutip“ gurunya ”Elijah Muhammad, mantan pemimpin Nation of Islam.

“Jika pemicu perang di Timur Tengah ditarik oleh anda menggunakan pengganti anda atas desakan Israel, maka perang akan memicu jenis perang lain, yang akan membawa China, Rusia, semua bangsa ke dalam sebuahperang,” kata Farrakhan, yang dimaksudkan untuk Trump.

Baca: Hassan Rouhani: Iran Akan Langgar Sanksi AS

“Perang akan mengakhiri Amerika sebagaimana yang anda tahu,” katanya, menambahkan “jika anda tidak memperhatikan peringatan ini dan memperbaiki jalan anda, kemusnahan itu akan datang.”

Farrakhan mengecam pemerintahan Trump yang telah menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, mengatakan bahwa sanksi itu telah “menyakiti rakyat Iran,” bukan pemerintah Iran, seperti yang diklaim oleh para pejabat Amerika.

Ia mengatakan bahwa Iran telah memenuhi apa yang telah ditandatangani untuk dilakukan pada Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), tetapi Amerika tidak.

“Di Amerika mereka mengatakan bahwa mereka memberi miliaran dolar kepada Iran, tetapi mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka menahan lebih dari 150 miliar dolar uang Iran dan mereka seharusnya mengembalikannya selama perjanjian ini.”

Merujuk pada slogan “Mampus Amerika” yang disuarakan rakyat Iran dalam mengutuk kebijakan bermusuhan AS, Pemimpin Muslim itu berpendapat bahwa “mereka (rakyat Iran) memiliki hak untuk mengucapkannya.”

Baca: Hadapi Sanksi AS, Iran Gelar Latihan Perang

Ia juga mengecam kebijakan Trump di Timur Tengah, mengatakan bahwa AS sedang mencoba untuk menciptakan perpecahan lebih lanjut antara Syiah dan Sunni di kawasan.

“Presiden Trump … meminta Raja Saudi Salman untuk memanggil semua negara Sunni untuk berkumpul di Riyadh dan menyebut bahwa ia akan datang untuk menyapa mereka. Dan ketika Trump pergi ke Riyadh, saya melihat ia membawa gambar-gambar jet-jet tempur terbaru, menunjukkannya kepada raja, dan kemudian mereka mengumumkan penjualan senjata senilai 110 miliar dolar ke Saudi, (dan) menjual senjata senilai miliaran dolar untuk UEA;. “

“Tetapi jika Anda mendengarkan dengan cermat pidatonya, (maka akan anda lihat) bahwa ia sedang menciptakan perpecahan antara Sunni dan Syiah, dan mengarahkan senjata-senjata itu secara halus ke arah Iran, dan kemudian secara terbuka mengatakan kepada semua bangsa itu bahwa mereka harus menolak saudara mereka, Iran,” katanya.

Farrakhan mengutuk penjualan senjata AS ke Arab Saudi, yang digunakan untuk membantai orang-orang yang tidak bersalah di Yaman, mengatakan, “Apa yang terjadi di Yaman adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dengan jet-jet Amerika, bom-bom Amerika telah digunakan”. (SFA)