,

Houthi: Hodeidah Kuburan bagi Para Agresor Pimpinan Saudi

oleh

HODEIDAH – Seorang pejabat senior Houthi mengatakan Yaman akan berubah menjadi “kuburan” bagi agresor karena militan dan tentara bayaran yang didukung Saudi melanjutkan serangan baru untuk menduduki kota pelabuhan Hodeidah.

“Orang-orang kami, dengan kekuatan penuh sekali lagi telah membuktikan bahwa Yaman akan menjadi kuburan bagi para agresor,” kata Mohammed Abdulsalam dalam tweet Jumat malam.

Militan yang didukung Saudi mengumumkan pada Jumat bahwa mereka telah memulai operasi militer untuk mengambil alih Hodeidah, dan mengklaim bahwa mereka telah maju ke arah utara dan sisi barat kota pelabuhan.

Abdulsalam membantah klaim itu, mengatakan para agresor telah gagal mencapai salah satu tujuan mereka karena “ketabahan dan kegigihan” para pejuang Yaman.

“Koalisi Amerika-Inggris-Israel, bersama dengan tentara bayaran domestik dan asing serta kelompok teroris, termasuk Daesh dan al-Qaeda … telah gagal mencapai salah satu tujuan mereka setelah empat tahun agresi, karena ketabahan dan kegigihan bangsa,” ujarnya.

Hampir 80 persen impor komersial Yaman dan hampir semua bantuan kemanusiaan yang diawasi PBB melalui pelabuhan Hodeidah.

Para pejabat Yaman mengatakan tingkat agresi militer yang dipimpin Saudi telah meningkat sejak pemerintahan Presiden AS Donald Trump menuntut gencatan senjata.

Ketua Komite Revolusioner Tertinggi Yaman Mohammed Ali al-Houthi mengatakan dalam sebuah artikel di The Washington Post pada hari Sabtu bahwa seruan AS untuk gencatan senjata adalah omong kosong.

“Eskalasi serangan terus-menerus terhadap kota pelabuhan Hodeidah oleh koalisi AS-Saudi-Emirat menegaskan bahwa seruan Amerika untuk gencatan senjata tidak lain hanyalah omong kosong,” katanya.

“Pernyataan baru-baru ini mencoba menyesatkan dunia. Pemimpin Saudi ceroboh dan tidak tertarik dalam diplomasi. Amerika Serikat memiliki kekuatan untuk mengakhiri konflik tetapi telah memutuskan untuk melindungi sekutu yang korup,” katanya.

Al-Houthi mengatakan, “Trump dan pemerintahannya jelas lebih suka melanjutkan perang yang menghancurkan ini karena keuntungan ekonomi yang dihasilkannya – mereka ngiler terhadap keuntungan penjualan senjata itu.” [Sfa]