, , ,

Berlanjut, Kematian Misterius Para Komandan Teror di Idlib

oleh
Teroris Suriah
Teroris Suriah

IDLIB – Dua komandan terkenal Hai’at Tahrir al-Sham (Levant Liberation Board atau Front Al-Nusra) tewas dalam serangan tembakan senjata di Idlib Barat dan Selatan pada hari Kamis (08/11).

FNA melaporkan bahwa menurut sumber-sumber lapangan, seorang komandan Tahrir al-Sham, Abu Abdollah Mohjer Marakeshi, dibunuh oleh penyerang tak dikenal di Jisr al-Shughour di Idlib Barat.

Komandan Ahrar al-Sham lainnya, yaitu Abulfazl, ditembak mati oleh penyerang tak dikenal di utara kota Talmans di Maa’rat al-Numan di Idlib Selatan.

Berita itu datang ketika sejumlah teroris Tahrir al-Sham juga telah ditembak mati oleh orang-orang bersenjata di desa al-Janoudiyeh di Idlib Barat.

Pertempuran internal dan operasi pembunuhan telah meningkat di Suriah Utara setelah persetujuan Perjanjian Sochi oleh Rusia dan Turki yang memutuskan pembentukan zona demiliterisasi di Idlib.

Sumber-sumber yang dekat dengan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di provinsi Aleppo dan Idlib mengatakan kepada surat kabar Al-Watan bulan lalu bahwa al-Nusra dan organisasi teroris lainnya, termasuk Partai Islam Turkistan dan Horas al-Din, tidak mau meninggalkan zona demiliterisasi karena mereka tidak menerima jaminan keamanan bagi anggota-anggota asing mereka dari Turki.

Mereka menyebutkan bahwa beberapa pejuang asing yang dikontrak tidak memperoleh akses kembali ke negara asal mereka.

Baca: Israel Ancam Hancurkan S-300 Rusia di Suriah

Menurut sumber-sumber, Ankara gagal memberikan jaminan ini karena khawatir para pejuang asing mungkin melarikan diri ke Turki dan mengakibatkan memburuknya situasi keamanan di sana.

Sumber-sumber itu kemudian mengatakan bahwa Turki khawatir mengenai kemungkinan konfrontasi langsung dengan organisasi-organisasi radikal, dan mereka bersedia memperpanjang persyaratan penarikan kelompok bersenjata dari Idlib serta melanjutkan pembicaraan dengan para pemimpin mereka.

Pada 10 Oktober, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua senjata berat, termasuk tank dan artileri, telah ditarik dari Idlib.

Baca: 2 Kelompok Militan Pro Turki Bentrok di Afrin, Suriah

Sebelumnya pada bulan Oktober, laporan media menunjukkan bahwa militan telah berjanji untuk mundur di bawah tekanan dari intelijen Turki, tetapi hanya jika Turki menjamin keamanan mereka.

Sementara pemerintah Suriah telah kembali menguasai sebagian besar wilayah negara itu, Idlib masih menjadi satu-satunya provinsi di mana pasukan ekstremis dan pemberontak masih aktif.

Baca: Komandan Kurdi Membelot dan Melarikan Diri ke Turki

Pada pertengahan September, Presiden Rusia Vladimir Putin dan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan setuju untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib pada 15 Oktober, sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Rabu bahwa hal itu bisa terlaksana penuh satu atau dua hari lebih lambat dari yang terjadwal. (SFA)