, ,

Agresi Sadis Saudi di Hodeidah, Tewaskan Ayah dan 5 Anaknya

oleh
Serangan Biadab Saudi di Hodeidah Yaman
Serangan Biadab Saudi di Hodeidah Yaman

HODEIDAH – Sedikitnya enam warga sipil tewas ketika pesawat militer Saudi melakukan serangan udara terhadap daerah pemukiman di provinsi barat Yaman yang strategis, Hodeidah, dalam kampanye pemboman mengerikan rezim Riyadh terhadap tetangga selatannya yang miskin tersebut.

“Jet-jet tempur Saudi melakukan serangan udara terhadap daerah al-Jabaliyah di distrik al-Tuhayat pada Kamis sore (08/11),” ungkap sumber lokal kepada jaringan televisi Yaman, al-Masirah.

Sumber itu menambahkan bahwa serangan udara tersebut telah merenggut nyawa seorang ayah dan kelima anaknya.

Baca: Pertempuran Sengit Houthi VS Pemberontak di Yaman

Sebelumnya pada hari itu, tentara Yaman dan para pejuang sekutu dari Komite Populer menargetkan posisi milisi yang dukungan Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi di distrik al-Matun di provinsi Yaman utara al-Jawf, membunuh dan melukai puluhan dari mereka.

Para tentara dan sekutu mereka juga berhasil menguasai sejumlah daerah di wilayah perbatasan barat daya Arab Saudi di Jizan, tempat tentara bayaran Saudi ditempatkan.

Saudi meningkatkan serangan setelah Amerika Serikat menyatakan seruannya untuk menghentikan perang dan mengajukan penyelesaian di meja perundingan.

Baca: 35 LSM Peringatkan Separuh Yaman Diambang Kelaparan

Pada bulan Maret 2015, koalisi pimpinan Saudi dengan dukungan AS, memulai perang melawan Yaman dengan tujuan yang mereka nyatakan untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah karena telah mengambil alih kepemimpinan negara itu dari sekutu setia mereka, mantan presiden yang buron Abd Rabbuh Mansur Hadi, sementara juga mencari untuk mengamankan perbatasan Saudi dengan tetangga selatannya.

Baca: Houthi: Serangan Saudi ke Yaman Meningkat Pasca Permintaan Gencatan Senjata AS

Perang telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan lebih dari 60.000 orang telah tewas dan terluka di Yaman serta pasien yang sakit dicegah untuk mendapat pengobatan dari bepergian ke luar negeri untuk pengobatan dan memblokir masuknya obat ke negara yang dilanda perang, perang telah menghasilkan sedikit efek itu. (SFA)