,

Erdogan: Unjuk Rasa di Perancis Bukti Kegagalan Demokrasi di Eropa

oleh

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa polisi Turki sering dituduh menggunakan kekerasan. Namun, situasi di Perancis menunjukkan bagaimana polisi setempat memperlakukan orang di sana, kantor berita Anadolu melaporkan.

Menurut pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan yang dikutip oleh kantor berita Anadolu, unjuk rasa rompi kuning menunjukkan kegagalan demokrasi di Eropa, jaminan hak asasi manusia dan kebebasan, menambahkan bahwa keamanan Eropa terancam oleh penduduk pribumi.

“Dinding keamanan dan kesejahteraan yang sangat mereka sayangi mulai terguncang bukan oleh migran atau Muslim, tetapi oleh warga mereka sendiri,” kata Erdogan.

Presiden juga menekankan bahwa polisi Turki sering dituduh menggunakan kekerasan. Namun, ia meyakinkan bahwa penegakan hukum di Turki bertindak dengan cara yang manusiawi. Pada saat yang sama, ia mendesak untuk mempertimbangkan situasi di Prancis dan bagaimana polisi setempat memperlakukan para demonstran.

Pemimpin Turki menyoroti bahwa Ankara menentang kekacauan yang disebarkan oleh para pengunjuk rasa. Pada saat yang sama, menentang penggunaan kekerasan ekstrem untuk memadamkan unjuk rasa.

Komentar Erdogan datang di tengah berlangsung protes rompi kuning di Paris terhadap kenaikan harga bahan bakar di mana polisi dilaporkan menggunakan gas air mata dan menahan 950 orang. [Sfa]