,

Turki: Dominasi Dolar Ancaman untuk Dunia

oleh

TURKI – Ketua Parlemen Turki Binali Yıldırım mengecam dominasi dolar atas transaksi keuangan dunia, dan menyerukan kepada negara-negara untuk menggantinya dengan mata uang lain.

“Penggunaan dolar [sebagai dasar perdagangan internasional] adalah ancaman terhadap negara-negara (di dunia),” kata Yıldırım pada hari Jumat (07/12).

“Hari ini, kita perlu mengambil langkah-langkah untuk memperluas hubungan perdagangan dengan menghilangkan dolar,” tambahnya saat berbicara dengan mitranya dari Iran, Ali Larijani, dalam kunjungan ke Teheran, di mana ia akan menghadiri pertemuan antar-parlemen tentang terorisme.

Yıldırım lebih lanjut mengatakan bahwa keputusan-keputusan AS baru-baru ini telah menciptakan efek buruk pada perdamaian di kawasan, mengkritik AS karena telah mengambil langkah-langkah terhadap negara lain tanpa perduli hukum internasional.

“Dalam semalam, mereka meninggalkan perjanjian yang telah diusahakan para ahli dengan sangat keras,” katanya mengacu pada keputusan Presiden AS Donald Trump untuk meninggalkan perjanjian internasional seperti kesepakatan nuklir Iran 2015, perjanjian kontrol iklim Paris dan kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership dan lain sebagainya.

“Perilaku seperti itu,” kata Yıldırım, “hanya akan membuat kesal dunia.”

Pada awal November, AS mengembalikan sanksi terhadap Iran yang telah dicabut sebagai akibat dari kesepakatan nuklir 2015 yang telah ditandatangani negara itu dengan AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman.

Washington juga mengancam negara-negara lain dengan hukuman jika mereka terus melakukan bisnis dengan Iran. Namun, Turki, dan negara-negara besar lainnya termasuk China dan India telah menentang sanksi dan Eropa saat ini juga sedang merancang mekanisme untuk bisa tetap berbisnis dengan Iran.

Pada hari Kamis, kepala nuklir Iran mengutip seorang komisaris Eropa yang mengatakan bahwa Uni Eropa akan menggunakan mata uangnya sendiri dalam kontrak minyak dengan Iran. [Sfa]