,

Rusia Miliki Bukti Tak Terbantahkan Teroris Lancarkan Serangan Kimia di Aleppo

oleh

MOSKOW – Pernyataan Departemen Luar Negeri AS yang dibuat di Aleppo adalah upaya untuk menutupi aksi teroris di Idlib, sementara Rusia memiliki bukti tak terbantahkan bahwa para teroris telah menggunakan zat beracun kepada warga sipil di Aleppo. Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (07/12).

Sebelumnya pada hari Jumat, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Palladino, mengatakan dalam siaran pers bahwa pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Presiden Suriah Bashar Al-Assad kemungkinan menggunakan gas air mata terhadap warga sipil di Aleppo bulan lalu.

“Pernyataan oleh Departemen Luar Negeri AS tidak lebih dari upaya untuk menutupi (kejahatan) teroris internasional yang beroperasi di Idlib dan kaitannya dengan penyelamat gadungan White Helmets, yang telah menempatkan patron Barat mereka dalam sorotan buruk akibat provokasi mereka,” kata militer Rusia dalam sebuah pernyataan.

“Pihak Rusia memiliki bukti tak terbantahkan tentang penggunaan amunisi yang dipenuhi dengan zat beracun terhadap penduduk sipil pada 24 November 2018 di Aleppo,” pernyataan itu menekankan.

Pada tanggal 24 November, militan dari kelompok teroris menembakkan peluru berisi klorin ke pemukiman penduduk Aleppo al-Khalidiye dan Al Zahraa serta di Nil Street.

Sumber-sumber di Rumah Sakit al-Razi dan Rumah Sakit Universitas Aleppo mengatakan kepada kantor berita SANA bahwa 107 warga sipil, yang menderita sesak napas, telah dirawat di sana.

Beberapa orang yang terluka telah dibawa ke unit perawatan intensif. Setidaknya ada empat anak di antara mereka yang dirawat di rumah sakit.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov mengatakan pada 31 Oktober bahwa teroris dari Partai Islam Turkestan telah memindahkan 20 tank dengan 10 liter kaporit ke Syria pada tanggal 27 Oktober untuk melakukan provokasi.

Selain itu, militer Rusia berulang kali memperingatkan pada hari-hari dan minggu-minggu menjelang insiden bahwa White Helmets berencana untuk melancarkan serangan senjata kimia palsu di wilayah yang sama dalam operasi bendera palsu yang bertujuan untuk memberi alasan pembalasan Barat terhadap pemerintah Suriah. [Sfa]