,

Ngomong Ditangguhkan, Ternyata Jerman Masih Ekspor Senjata ke Saudi

oleh

BERLIN – Meskipun sebelumnya telah dihentikan oleh Kanselir Angela Merkel yang mengutuk pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, Jerman ternyata secara diam-diam masih mengekspor senjata ke Arab Saudi dan bahkan berencana untuk segera melanjutkan penjualan secara terbuka.

Pemerintahan Merkel mengumumkan pada bulan Oktober bahwa pihaknya telah menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi hingga kasus Khashoggi “dijernihkan”, dan menahan pengiriman yang disepakati beberapa minggu kemudian.

Namun penyelidikan oleh majalah Stern bersama dengan penyiaran ARD telah mengungkap bahwa perusahaan senjata Jerman, Rheinmetall, telah menjual senjata ke Riyadh melalui anak perusahaannya di Italia dan Afrika Selatan meskipun kanselir Jerman telah memerinthakan penghentian total setelah pembunuhan Jurnalis Saudi di Istanbul.

“Rheinmetall, sebuah perusahaan yang berbasis di kota Dusseldorf, Jerman barat, memiliki anak perusahaan bernama RWM Italia, yang membuat bom di pulau Sardinia, Italia,” ungkap sebuah laporan oleh Deutsche Welle (DW).

Anggota dewan Rheinmetall, Helmut Merch, dilaporkan mengakui saat panggilan konferensi dengan para bankir pada pertengahan November kemarin, bahwa dua saluran ekspor ini “tidak terpengaruh” oleh larangan tersebut.

Namun, dalam pertemuan dengan investor awal tahun ini, CEO Rheinmetall, Armin Papperger, dilaporkan menekankan bahwa perusahaannya tidak bertanggung jawab atas bisnis apa pun yang dilakukan oleh anak perusahaannya.

Ini terjadi ketika pemerintah Merkel sudah mengumumkan tentang keputusannya untuk menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi pada bulan Oktober, dengan alasan masalah hak asasi manusia, dan menyerukan kepada semua negara Eropa untuk mengikutinya. [Sfa]