,

Iran Akan Hukum Pelaku dan Otak Bom Mobil dekat Markas Polisi

oleh
Ledakan bom mobil di Iran
Ledakan bom mobil di Iran

TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengutuk serangan teror fatal yang menargetkan kota pelabuhan strategis Iran Chabahar, bersumpah bahwa Republik Islam itu akan menghukum para pelaku teror dan “tuan mereka”.

Diplomat Iran terkemuka itu dalam postingan di halaman Twitter-nya pada hari Kamis (06/12) bereaksi terhadap serangan bom mobil, yang diduga kuat dilakukan oleh “teroris dukungan asing.”

Sebelumnya pada hari itu, sebuah kendaraan yang penuh dengan bahan peledak meledak di dekat markas polisi di Chabahar, yang terletak di provinsi tenggara Sistan dan Baluchestan.

Baca: Iran-Suriah Berjanji Terus Jalin Kerjasama Lawan Terorisme

Teroris di belakang kemudi berusaha memaksa masuk ke pos polisi, tetapi gagal melakukannya karena pasukan keamanan setempat dengan cepat turun tangan.

Setidaknya dua petugas polisi kehilangan nyawa mereka dan sekitar 40 orang lainnya menderita luka-luka dalam ledakan yang juga membunuh pelaku pemboman itu.

Kelompok teroris yang disebut Ansar al-Furqan kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca: Rusia-Iran Sepakat Lanjutkan Misi Perangi Teroris di Suriah

“Seperti yang telah kami jelaskan di masa lalu, kejahatan semacam itu tidak akan luput dari hukuman: Pada tahun 2010, layanan keamanan kami menangkap dan menahan para ekstremis dalam perjalanan dari UEA,” tulis Zarif dalam tweetnya.

Ia tampaknya mengacu pada operasi yang sangat sukses oleh dinas intelijen Iran, yang menyebabkan penangkapan Abdolmalek Rigi, pada tahun 2010, pemimpin kelompok teror yang disebut Jundullah. Organisasi ekstremis di bawah Rigi dibongkar dan dia dieksekusi akhir tahun itu.

Operasi itu menyusul serangan teror tahun 2009 oleh teroris ekstrimis yang merenggut lebih dari 40 nyawa di Provinsi Sistan-dan-Baluchestan.

Baca: IRGC: Pangkalan AS di Qatar, UEA, Afghanistan dalam Jangkauan Rudal Iran

“Catat kata-kata saya: Iran AKAN membuat para teroris dan tuan mereka bertanggung-jawab,” ujar menteri luar negeri itu menekankan.

Sistan-dan-Baluchestan -yang berbatasan dengan Pakistan- telah mengalami beberapa serangan teror yang menargetkan warga sipil dan pasukan keamanan selama beberapa tahun terakhir.

Pasukan Iran, dari waktu ke waktu, menghancurkan lingkaran-lingkaran teroris di provinsi tersebut, menggagalkan serangan yang direncanakan mereka dan menyita senjata serta amunisimereka dalam operasi keamanan tersebut. (SFA)