,

Ahli Perancis Bantu Teroris Modifikasi Misil dengan Gas Sarin dan Klorin

oleh

SURIAH – Rudal yang digunakan oleh para teroris dalam serangan kimia baru-baru ini di daerah pemukiman di kota Aleppo, telah dipersenjatai dengan kemampuan kimia oleh para ahli Prancis, sebuah outlet media Lebanon melaporkan pada hari Rabu.

Al-Mayadeen mengutip sebuah sumber di Idlib, yang mengungkapkan bahwa misil-misil yang lengkapi dengan kimia yang digunakan para teroris baru-baru ini untuk menargetkan kota Aleppo dibuat dan dimodifikasi oleh para ahli Perancis dan diserahkan kepada Hosrras al-Deen, Partai Islam Turki dan Hay’at Tahrir al-Sham atau Jabhat Al-Nusra.

Di tempat lain, laporan itu mengatakan ruang operasi yang mengawasi 650 teroris non-Suriah dari berbagai negara, yang juga dapat mencakup kegiatan para ahli senjata Perancis ini, telah mulai bekerja hanya 3 km jauhnya dari perbatasan dengan Turki.

Pada akhir November, saluran televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa penembakan kimia itu menargetkan kawasan Nile Street, Al-Khalidiyah dan Jam’iyat al-Zahra yang padat. Polisi menyalahkan Jabhat al-Nusra (kelompok teror dilarang di Rusia) atas serangan itu.

Bulan lalu, Sputnik mengutip sumber-sumber informasi yang dekat dengan para komandan teroris di provinsi Idlib yang mengatakan bahwa para ahli Prancis membantu Hay’at Tahrir al-Sham untuk mempersenjatai rudal mereka dengan hulu ledak kimia untuk meluncurkan operasi kimia palsu di kalangan penduduk sipil dengan bantuan White Helmets.

White Helmets memindahkan pengiriman bahan kimia beracun dari salah satu gudang Tahrir al-Sham di kota Kafr Nubl di bagian barat kota Ma’arat al-Nu’aman di selatan Idlib ke penyimpanan bawah tanah di kota Idlib yang baru-baru ini dibangun dekat Penjara Pusat.

Sumber-sumber mencatat bahwa para ahli Prancis tiba di penyimpanan bawah tanah baru-baru ini, dan menambahkan bahwa muatan kimia dikirim ke mereka untuk memodifikasi misil.

Menurut laporan itu, sejumlah rudal bersama dengan peluncur rudal dipindahkan ke wilayah itu melalui perbatasan.

Tahrir al-Sham dan White Helmets telah mentransfer beberapa kargo gas klorin dan sarin ke berbagai front di zona demiliterisasi di Hama Utara dan Barat Laut, Timur Laut Idlib dan timur laut Lattakia sejak perjanjian Sochi ditandatangani antara Turki dan Rusia untuk menyiapkan zona bebas senjata. [Sfa]