,

Kebangkitan Orba Jauh Lebih Berbahaya dari Isu PKI

oleh

JAKARTA – Zaman orde baru sebenarnya lebih dekat dengan zaman milenial, dan orang-orang di zaman orde baru masih ada yang hidup, dan itu bisa diselidiki bagaimana kehidupan mereka. Sedangkan isu PKI adalah isu yang sebenarnya masih perlu riset dan penelitian yang lebih mendalam, apa sebenarnya yang terjadi ketika Soekarno masih menjabat jadi presiden. Lalu Soekarno sakit, apa yang sedang melanda negeri ini.

Hanya saja, masyarakat sudah terlanjur ditakut-takuti oleh isu PKI, PKI benar-benar sudah dikubur dalam-dalam. Tetapi kenapa masih ada yang melempar isu ini, seolah-olah PKI ini amat sangat berbahaya? padahal kalau sudah lama mati kenapa perlu ditakuti? Ini sama saja dengan orang-orang yang takut dengan film horor, padahal film horor ini jelas-jelas adalah teknik dalam perfilman yang dikemas sedemikian rupa agar menjadi daya tarik tersendiri, atau jualan dengan model horor.

Isu PKI adalah isu lama, karena penyebar isu ini masih menganggap rakyat masih bisa dikibulin. Padahal zaman digital ini begitu cepat melesat. sehingga rakyat masih ada kesempatan untuk mengkonfirmasi. Seperti contohnya saat Rizieq Shihab melemparkan isu tentang logo PKI pada mata uang Rupiah, padahal disitu jelas-jelas adalah logo Bank Indonesia. Hanya karena ilmu cocoklogi, Rizieq memaksakan hasil terawannya. Dan syukurlah, cara itu tak berhasil. Sebagian rakyat tidak percaya lagi sama isu PKI.

Tetapi, isu PKI dipaksakan terus, bahkan di atas mimbar-mimbar mereka mencoba mempengaruhi umat, sehingga umat sedikit-sedikit teriak-teriak “Heyy PKI…!!!”, umat bisa menjadi kasar, dengan isu PKI rakyat dibawah ke alam bawah sadar untuk membenci siapa saja yang pro pemerintah, karena tuduhan PKI. Tapi semua itu tak berhasil. PKI hanya seperti cerita dongeng, untuk menakuti anak-anak bandel yang susah tidur.

Sebenarnya kita atau kaum milenial belum tahu bagaimana itu supersemar yang sebenarnya, bagaimana itu gerakan militer yang dikerahkan oleh Soeharto, dan apa benar pembunuhan para jenderal itu sudah terbukti adalah tindakan PKI? Bukankah sejarah bisa diubah-ubah atau dibuat oleh Penguasa saat itu? semua ini perlu riset yang mendalam, dan itu semua butuh waktu.

Maka, yang perlu kaum milenial lakukan adalah, mengamati dengan menanyakan orang-orang tua yang pernah merasakan orde baru yang masih hidup sekarang. apa kesan-kesan mereka waktu di zaman orde baru? dan kenapa dulu hanya ada 3 partai, sedangkan saat ini ada banyak partai?, lantas kenapa Soeharto diminta mundur dan terjadi kekacauan pada tahun 1998? bukankah informasi ini bisa mudah didapat?

Soeharto diminta mundur tentu saja sudah sangat meresahkan hampir semua bangsa, demo saat itu benar-benar murni bukan demo bayaran kayak yang di Monas itu, sedangkan kalau zaman ini ada yang meminta mundur Jokowi ternyata hanya segelintir, yaitu orang-orang yang lahan basahnya terganggu, yang sulit korupsi lagi, dan sangat merindukan kembalinya zaman orde baru.

Zaman orde baru banyak kasus penculikan aktivis yang belum bisa diungkap hingga saat ini. Dan sistem pendidikan zaman orde baru ternyata terbukti tak mampu melampaui sistem pendidikan di negara lain, seperti Malaysia misalnya. padahal Indonesia lebih dulu merdeka. Karena dulu zaman orde baru pendidikan itu dibuat seseragam mungkin, tidak boleh mengkritik lebih tajam, kalau berani mengkritik maka bisa fatal. Pernah kan dapat tayangan bagaimana Soeharto tersinggung kepada seorang anak kecil “Siapa yang suruh kamu nanya begitu?,…bapakmu?”

Dan di zaman orde baru juga, judi besar-besaran secara nasional yang tidak mendidik rakyat juga ada. coba cek judi yang bernama PORKAS, dan SDSB, inilah cara Soeharto meninakbobokan masyarakat agar terus mengkhayal dan terjerat dengan judi, bahkan tidak banyak ustad dan ulama yang berani mengkritik ini, kalau pun ada, suaranya terbungkam. Banyak yang gila waktu itu. Bahkan ada yang mencari nomor buntut lewat kuburan, pohon-pohon besar dan bahkan selalu berharap mimpi. Semua ini benar-benar tidak mendidik. Zaman Soeharto hanya membuat derita rakyat secara berangsur-angsur dengan pendidikan yang salah.

Cerita PKI sudah lama berlalu, dan bahkan bayang-bayangnya saja sudah hampir sirna, hanya saja karena kubu sebelah yang menggunakan isu ini untuk menakut-nakuti rakyat, maka muncul lagi. Jadi lebih berbahaya orang yang menyebarkan isu PKI daripada PKI-nya sendiri.

Dan orang-orang yang menyebarkan isu PKI ini terdeteksi dari kubu Prabowo, yang notabene pernah berjaya di zaman orde baru, dan masih merindukan masa-masa orde baru karena banyaknya fasilitas serta kekayaan yang melimpah. Bayangkan, kekayaan Soeharto tak habis sampai tujuh turunan, sementara rakyat Indonesia masih banyak yang miskin. Apakah ini bukan ketimpangan? apakah itu bukan namanya pemimpin yang hanya mengeruk kekayaan negara?

Jadi sangat mengherankan kalau di zaman orde baru sudah jelas-jelas tidak memberikan pendidikan yang berkualitas dan hidup berkualitas, masih ada saja yang mau memilih para kolega mereka. Hati-hati. Orde baru lebih berbahaya dari isu PKI. Waspadai kebangkitan orde baru, kita bisa miskin terus,kita sudah capek demo, kita tak mau negara ini kacau, kita tak mau diculik dan banyak hal yang memiriskan. Mereka datang lagi karena mereka ingin menghapus jejak-jejak buruk mereka. Jadi waspadalah. [Sfa]