, , , ,

5 Badan Amal Internasional: Makanan Seharusnya Tidak Menjadi Senjata Perang

oleh

LONDON – Lima badan amal internasional terkemuka mendesak pemerintah AS untuk menghentikan dukungan militernya kepada Arab Saudi dan koalisi yang dipimpinnya dalam perang yang menghancurkan di Yaman.

Melakukan hal itu akan menyelamatkan jutaan jiwa, Komite Penyelamatan Internasional, Oxfam America, CARE AS, Save the Children, dan Norwegian Refugee Council menyatakan.

Koalisi amal mengatakan bahwa 14 juta orang beresiko mati kelaparan jika bisnis berlanjut seperti biasa. Angka itu didukung oleh Program Pangan PBB.

Pernyataan bersama yang dirilis pada ahri Senin, oleh kelompok itu menyusul salah satu badan amal – Save the Children – melaporkan pekan lalu bahwa 85.000 anak di bawah usia lima tahun kemungkinan mati kelaparan di Yaman dalam tiga tahun terakhir, Sputnik News melaporkan.

Salah satu kelompok – Oxfam – mengatakan telah mencapai “lebih dari 3 juta orang dengan kebutuhan dasar untuk menyelamatkan nyawa” dengan membantu mereka memerangi kolera – yang telah meluas di Yaman dikarenakan infrastruktur sipil telah hancur hingga kesulitan air bersih, bahan makanan dan banyak lagi.

Oxfam Inggris juga telah meminta pemerintah Inggris untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi, saat koalisi itu menghantam kota pelabuhan penting Hodeidah, di mana mayoritas kebutuhan makanan Yaman, 90 persen dari impor, memasuki negara itu.

“Makanan seharusnya tidak pernah menjadi senjata perang,” kata kelompok itu.

Anggota lain dari koalisi amal – Komite Penyelamatan Internasional (IRC) – menemukan bahwa sebagian besar dari 75 persen menentang penjualan senjata AS ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, peserta utama dalam koalisi militer.

Dukungan AS untuk Arab Saudi adalah “pemicu krisis yang memiliki konsekuensi berat bagi jutaan warga sipil,” kata presiden IRC David Miliband.

Jika AS tidak menghentikan dukungan militernya terhadap perang, “Amerika Serikat juga akan bertanggung jawab atas kelaparan terbesar dalam beberapa dekade,” kata badan amal itu.

Amerika Serikat telah menjadi anggota koalisi pimpinan Saudi sejak awal perang. [Sfa]