,

IRGC: Pangkalan AS di Qatar, UEA, Afghanistan dalam Jangkauan Rudal Iran

oleh

TEHRAN – Komandan Aerospace IRGC mengatakan pangkalan AS di Afghanistan, UEA, dan Qatar serta kapal induk AS di Teluk Persia semuanya dalam jangkauan rudal Iran.

“Pangkalan AS di sekitar kita berada dalam jangkauan rudal Iran, dan merupakan target yang mudah bagi kita,” kata Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh dalam wawancara televisi pada Rabu malam.

Dia menunjuk Pangkalan Udara AS di Qatar, Al Udeid, Pangkalan Udara Al Dhafra di UEA, dan Kandahar di Afghanistan, mengatakan pangkalan tersebut digunakan sebagai ancaman terhadap Iran tetapi sekarang “peluang” untuk menghancurkannya tidaklah rumit.

Kapal induk AS di Laut Oman, dengan memuat 40 hingga 50 jet tempur dan 6.000 personel militer, kini berada dalam jangkauan rudal balistik Iran, yang memiliki akurasi dan jarak 700 km, tambahnya.

BacaAngkatan Laut Iran Akan Terus Pertahankan Kehadirannya di Laut Lepas.

Jenderal Hajizadeh juga merujuk pada drone pengintai milik IRGC, mengatakan bahwa Iran sekarang tahu di mana hangar RQ-170 Sentinel di Kandahar – sebuah kendaraan udara tak berawak AS yang diambil alih oleh Iran sekitar tujuh tahun lalu – telah dikerahkan.

Iran mengambil alih drone pada bulan Desember 2011 menggunakan teknik perang elektronik, karena pesawat siluman itu terbang di atas kota Kashmar dekat perbatasan Iran-Afghanistan.

Menurut komandan Aerospace IRGC, Iran telah menggunakan versi tiruan drone RQ-170 untuk menargetkan posisi-posisi Daesh di Suriah dan Irak.

Iran saat ini memiliki koleksi terbesar drone Amerika dan Israel yang ditangkap atau ditenggelamkan, termasuk MQ1, MQ9, Shadow, ScanEagle, dan RQ-170 AS serta drone milik Israel, Hermes, ujar Hajizadeh.

Pesawat tak berawak Israel dicegat dan ditembak jatuh pada Oktober 2014 oleh pasukan IRGC dalam perjalanan ke fasilitas nuklir Natanz di provinsi Isfahan tengah.

Di bidang kendaraan udara tak berawak, Iran kini menjadi salah satu dari empat atau lima negara teratas dunia, dan kekuatan pesawat tak berawak teratas di kawasan, kata Jenderal Hajizadeh.

“Drone Shahed-129 buatan Iran, misalnya, memiliki penerbangan sepanjang waktu di atas posisi teroris di Suriah dan Irak, dan layanannya juga digunakan oleh tentara Suriah, Rusia, pasukan Hizbullah, dan lain-lain,” dia menambahkan.

Program UAV Iran telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dengan lebih dari selusin model yang beroperasi untuk berbagai fungsi mulai dari pengawasan hingga pengumpulan intelijen, membawa bom dan operasi Kamikaze.

Mereka telah memainkan peran penting dalam perang melawan teroris Takfiri serta memantau kapal perang AS di Teluk Persia. [Sfa]