,

Reuni 212 Mobilisasi Massa atas Nama Agama

oleh

JAKARTA – Reuni 212 rencananya akan digelar pada awal Desember nanti. Hal itu telah dibenarkan oleh Persaudaraan Alumni 212 sebagai penggagas acaranya.

Menanggapi itu Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal mengimbau, agar kegiatan tersebut perlu dibicarakan terlebih dahulu dengan aparat keamanan. Hal itu terutama terkait dengan pertimbangan untung-ruginya acara tersebut.

Polri sendiri menghimbau agar Reuni 212 tidak mendatangkan massa dalam jumlah besar untuk berdemonstrasi di jalanan. Sebab, akan berpotensi mengganggu keamanan dan kenyaman masyarakat.

Selain itu, aksi dengan jumlah massa yang besar juga menyebabkan kemacetan di Ibukota. Ini yang justru akan mendatangkan pandangan tidak simpatik dari masyarakat.

Kita tentu saja sepakat dengan imbauan dari Polri di atas. Reuni 212 itu perlu ditinjau ulang urgensi dan relevansinya hari ini.

Apalagi, agenda Reuni 212 itu juga telah kehilangan konteks perjuangannya. Kita ingat Demo 212 dulu dilakukan untuk menuntut Ahok agar segera diadili. Kini Ahok sudah dipenjara, jadi apa lagi yang akan dituntut?

Semua pihak sebaiknya tidak membuat provokasi dan keributan yang dapat mengganggu keamanan menjelang Pemilu 2019.

Masyarakat sendiri sudah bosan dengan aksi berjilid untuk mendatangkan simpati dan dukungan politik demi kandidat tertentu. Kita juga sudah bosan dengan cara mobilisasi massa atas nama agama hanya untuk kepentingan elektoral seperti itu.

Sudahlah, mari akhiri pembodohan masyarakat seperti itu. Mari kita berpolitik dengan waras. [Sfa]