, ,

Rusia: Koalisi AS Gunakan Bom Fosfor Putih di Timur Sungai Eufrat

oleh

MOSKOW – Rusia mengatakan pesawat tempur AS menggunakan bom fosfor putih dalam serangan udara mereka terhadap daerah-daerah berpenduduk sipil di timur Sungai Eufrat, Suriah, menewaskan korban sipil.

“Amerika telah melanjutkan serangan udara terhadap permukiman yang dikendalikan teroris di sepanjang tepi timur Eufrat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis.

Menurut penduduk setempat, para pejuang koalisi pimpinan AS menggunakan “amunisi fosfor putih” dalam serangan udara mereka, ujar Zakharova yang berbicara pada konferensi pers di Moskow.

Amunisi fosfor putih dilarang di bawah Protokol Tambahan Pertama 1977 untuk Konvensi Jenewa 1949.

Komentar juru bicara Rusia itu muncul setelah kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa koalisi pimpinan AS telah melakukan serangan udara terhadap daerah pemukiman di provinsi timur Suriah, Deir Ezzor, dengan menggunakan bom kluster yang dilarang internasional.

Sumber-sumber lokal, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kepada SANA bahwa pesawat militer yang dipimpin AS membombardir kota Hajin di distrik Abu Kamal, pada hari Rabu. Mereka juga meluncurkan serangan bom di kota al-Shaafah, distrik yang sama.

Tidak ada laporan langsung tentang kemungkinan korban dan tingkat kerusakan.

Bom kluster dilarang di bawah Konvensi tentang Munisi Tandan (CCM), sebuah perjanjian internasional yang membahas konsekuensi kemanusiaan dan bahaya yang tidak dapat diterima yang ditimbulkan kepada warga sipil.

Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengutuk serangan udara baru-baru ini oleh AS terhadap kota timur al-Shaafah, yang menyebabkan lebih dari 60 orang tewas dan terluka.

Pembantaian jelas menunjukkan fakta bahwa anggota aliansi militer AS tidak menghormati nilai-nilai moral, aturan internasional dan warga sipil yang tidak bersalah. [Sfa]