,

Menhan Israel Avigdor Lieberman Mengundurkan Diri

oleh

TEL AVIV – Menteri urusan militer Israel, Avigdor Lieberman, telah mengundurkan diri dari jabatannya kurang dari satu hari setelah Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya setuju dengan gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza yang ditengahi Mesir pasca gelombang baru agresi yang mengancam penghancuran daerah kantong itu sepenuhnya.

Mengumumkan keputusannya dalam sebuah konferensi pers, pejabat Israel yang terkenal dengan kebijakan bermusuhan terhadap Palestina itu menggambarkan gencatan senjata hari Selasa sebagai “sebuah kapitulasi untuk teror”.

Lieberman menambahkan bahwa ia juga sangat keberatan dengan Israel yang mengizinkan Qatar untuk memberikan 15 juta dolar kepada Jalur Gaza yang dilumpuhkan secara finansial untuk membayar gaji para pekerja pemerintah dan pegawai negeri minggu lalu.

“Bukan rahasia bahwa ada perbedaan antara perdana menteri dan saya,” kata Lieberman. “Saya tidak setuju untuk mengizinkan masuknya uang Qatar [ke Gaza], dan saya harus mengizinkannya hanya setelah perdana menteri mengumumkannya.”

Lieberman, yang mengepalai Yisrael Beiteinu, akan merebut kembali kursi Knessetnya setelah pengunduran dirinya. Lieberman juga mengatakan semua anggota partainya akan berhenti berkoalisi dengan pihak penguasa Israel di parlemen yang beranggotakan 120 orang. Perginya Yisrael Beiteinu dari koalisi berarti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hanya memegang kursi mayoritas Knesset yang ramping (61-59) untuk mempertahankan koalisi.

Mitra koalisi kunci lainnya dalam pemerintahan Netanyahu, Habayit Hayehudi (dipimpin oleh Menteri Pendidikan Naftali Bennett), mengatakan bahwa kecuali jika portofolio pertahanan diserahkan ke Bennett, partai itu juga akan mundur dari koalisi.

Ia juga menyerukan pemilihan diadakan sesegera mungkin, mengatakan bahwa dirinya berharap tanggal akan ditetapkan pada hari Minggu.

Lahir di bekas Uni Soviet, basis pemilih Lieberman terdiri dari para imigran yang berbahasa Rusia, dan kaum kanan serta sekularis yang berbagi permusuhan dengan orang-orang Palestina. [Sfa]