,

Hashd al-Shaabi Respon Keras Sanksi AS atas Sejumlah Komandannya

oleh

BAGHDAD – Hashd al-Shaabi (pasukan populer) mengecam sanksi Departemen Keuangan AS pada komandannya, dan memperingatkan bahwa setiap langkah yang mengancam komandannya akan dibalas dengan respon yang keras.

Sanksi tersebut ditujukan kepada Ubayd Al-Zaydi, Yusuf Hasyim, Adnan Hussein Kawtharani, dan Muhammad Abd-Al-Hadi Farhat, yang dikatakan telah memberikan dukungan keuangan, material dan teknologi kepada Hizbullah di Irak.

Ali Al-Hosseini, salah satu pemimpin Hashd al-Shaabi di Irak, mengecam sanksi, dan menuntut penghapusan embargo terhadap al-Zaydi. Dia menggarisbawahi bahwa al-Zaidy telah berpartisipasi dalam banyak operasi melawan ISIS, dan mengatakan bahwa Hashd al-Shaabi tidak akan diam dari serangan apapun terhadap dirinya atau komandan lain dari front perlawanan.

“Kami akan menunjukkan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresi terhadap al-Zaidy atau bahaya terhadap hidupnya,” kata al-Hosseini.

Sumber keamanan Irak mengungkapkan pada tahun 2016 bahwa Washington memberikan tekanan pada pemerintah Baghdad untuk mengakhiri kemitraan Hashd al-Shaabi dalam perang melawan ISIS dan membubarkan pasukan populer dalam perang melawan terorisme di negara itu.

“Pemerintah AS telah menyampaikan pesan itu kepada pemerintah Irak melalui para diplomatnya bahwa tidak perlu pasukan Hashd al-Shaabi dan peran mereka harus berakhir,” kata seorang sumber senior Irak, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada FNA pada waktu itu. [Sfa]