,

Trump Khawatirkan Penurunan Produksi Minyak Saudi

oleh
Minyak Arab Saudi
Minyak Arab Saudi

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menyatakan keprihatinan atas keputusan Saudi untuk menurunkan output minyak pada bulan Desember, meminta harga minyak agar tetap rendah.

“Mudah-mudahan, Arab Saudi dan OPEC tidak akan mengurangi produksi minyak. Harga minyak harus jauh lebih rendah berdasarkan pasokan!” cuit Trump pada hari Senin.

Presiden AS itu membuat komentar sehari setelah Menteri Energi Saudi, Khalid Al Falih mengumumkan keputusan kerajaan kaya minyak itu untuk mengurangi ekspor sekitar 500.000 barel per hari bulan depan. Menteri itu lebih lanjut menyarankan bahwa anggota OPEC juga dapat mengurangi pasokan tahun depan “untuk menyeimbangkan pasar”.

“Konsensus di antara semua anggota adalah bahwa kita perlu melakukan apa pun yang diperlukan untuk menyeimbangkan pasar,” kata Al Falih, menambahkan bahwa “jika itu berarti pemangkasan pasokan oleh satu juta (barel per hari), kami akan melakukannya.”

Rusia, pengekspor minyak kedua terbesar dunia setelah Arab Saudi, menyambut baik keputusan itu. Menteri perminyakan Rusia Alexander Novak menyatakan keinginan negaranya untuk mengurangi penjualan jika masalah ini diputuskan oleh koalisi produsen minyak.

Pengurangan yang diumumkan, bagaimanapun, membahayakan kebijakan domestik dan internasional pemerintahan Trump. Menghadapi Demokrat yang memiliki kekuatan baru setelah pemilu paruh waktu, Trump kini tengah berusaha untuk memastikan harga minyak tetap rendah guna mendorong pertumbuhan ekonomi tambahan. Selain itu, setelah memberikan keringanan minyak kepada banyak pembeli utama Iran, produksi minyak Saudi yang berkurang mungkin juga semakin melemahkan sanksi minyak yang baru diberlakukan, meningkatkan harga minyak dan menebus penurunan penjualan minyak Iran. (SFA)