,

Kremlin Harapkan Pertemuan Khusus Putin-Jokowi di Singapura

oleh

MOSKOW – Juru Bicara Istana Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan harapan bahwa dalam kunjungannya ke Singapura, Putin diharapkan akan bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, serta sejumlah kepala negara lainnya dalam sejumlah pertemuan bilateral.

“Kami berharap Putin akan mengadakan pertemuan dengan kolega Indonesianya, dan kami berharap akan ada pembicaraan dengan Presiden Republik Korea, Moon Jae-in, percakapan dengan Perdana Menteri Jepang [Shinzo] Abe, dan tentu saja, pertemuan dengan Perdana Menteri Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok [Li Keqiang], serta dengan Perdana Menteri Kerajaan Thailand [Prayut Chan-o-cha,]” ujar juru bicara Kremlin sebagaimana dikutip TASS, Selasa (13/11).

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Singapura pekan ini untuk kunjungan kenegaraan dan untuk menghadiri KTT Rusia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta KTT Asia Timur ke-13 (EAS).

Ini adalah pertama kalinya pemimpin Rusia itu menginjakkan kaki di tanah Singapura. 2018 juga menandai ulang tahun ke-50 hubungan diplomatik antara kedua negara.

Kunjungan Putin ke Singapura menjadi sebuah kejutan bagi banyak pihak di mana Presiden Rusia sebelumnya belum pernah menghadiri EAS sejak Rusia memperoleh keanggotaan pada 2011, bahkan ketika kawasan Asia-Pasifik menjadi semakin penting bagi kebijakan luar negeri Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Putin telah hadir dalam pertemuan untuk forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yang sebagian besar terjadi tepat setelah pertemuan EAS, dan dia telah mengirim menteri luar negeri Rusia atau perdana menteri ke KTT.

Tapi tahun ini, sementara Dimitri Medvedev, Perdana Menteri Rusia menghadiri forum APEC di Papua Nugini pada tanggal 14 dan 15 November, Putin akan berada di Singapura untuk kunjungan kenegaraan dan untuk menghadiri EAS pada hari yang sama.

EAS, yang diadakan setiap tahun, adalah pertemuan antara negara-negara anggota ASEAN dengan delapan mitra dialognya: Australia, Jepang, India, China, Selandia Baru, Republik Korea, Rusia dan Amerika Serikat. Tantangan di wilayah tersebut dibahas, dan KTT tersebut dipandang sebagai peluang untuk membangun hubungan dan kerjasama yang lebih baik di kawasan ini. [Sfa]