,

3 Warga Palestina Kembali Tewas dalam Serangan Israel ke Gaza

oleh

JALUR GAZA – Tiga lagi warga Palestina telah kehilangan nyawa dan beberapa lainnya menderita luka-luka ketika pesawat militer Israel dan unit artileri menembaki Jalur Gaza yang diblokade.

Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan bahwa Khaled Riyad Ahmed al-Sultan yang berusia 26 tahun tewas dan seorang warga sipil lain terluka ketika peluru Israel jatuh ke daerah Salatin di sebelah barat kota Beit Lahia, yang terletak sekitar lima kilometer di utara Kota Gaza.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Musab Hus, 20 th, juga tewas dan tiga lainnya terluka selama serangan Israel di daerah timur lingkungan al-Zaytoun di Kota Gaza.

Khaled Akram Yousef Marouf, 29 th, juga tewas dalam serangan Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di sektor utara kepulauan pesisir yang terkepung itu.

Kemudian pada hari itu, sebuah kendaraan udara tak berawak Israel menembakkan rudal ke sebuah bangunan perumahan di distrik lingkungan al-Shuja’iyya di Kota Gaza. Belum ada laporan tentang kemungkinan korban dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Pesawat militer Israel juga menyerang lingkungan sipil di daerah al-Barkah di sebelah timur Beit Lahia, meskipun juga belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Perkembangan itu terjadi kurang dari sehari setelah pesawat tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza, menewaskan tiga orang.

Militer Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan udara dilakukan tak lama setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menembakkan rentetan roket ke permukiman di bagian selatan wilayah pendudukan, memicu sirene udara.

Pejabat dan saksi Palestina mengatakan bahwa militer Israel mengebom studio jaringan televisi satelit al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas.

Pada hari Selasa, Otoritas Palestina (PA) yang berbasis di Ramallah menuding bahwa Israelah yang bertanggung jawab atas meletusnya kekerasan di Jalur Gaza.

“Rezim pendudukan (Israel) menyeret kawasan itu ke dalam bahaya dan ketegangan lebih lanjut,” juru bicara PA Youssef al-Mahmoud mengatakan dalam sebuah pernyataan. [Sfa]