, ,

Iran-Suriah Berjanji Terus Jalin Kerjasama Lawan Terorisme

oleh
Pertemuan Assad dan Delegasi Iran
Pertemuan Assad dan Delegasi Iran

DAMASKUS – Iran dan Suriah berjanji untuk mempertahankan kerjasama anti-terorisme dan untuk melawan upaya AS yang ingin menghidupkan kembali teroris dan menciptakan rintangan, guna memperpanjang perang di negara Arab tersebut.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan pada hari Senin bahwa Teheran dan Damaskus membahas kerjasama anti-teror selama pertemuan antara Hossein Jaberi Ansari, asisten senior menteri luar negeri Iran dalam urusan politik khusus, dan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh penasihat politik dan media Assad, Bouthaina Shaaban, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mikdad dan duta besar Iran untuk Damaskus.

Menekankan pentingnya hubungan Suriah-Iran sebagai faktor stabilitas, kedua pihak menegaskan kembali tekad kedua negara untuk terus memerangi kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di seluruh kawasan.

Mereka juga menggarisbawahi perlunya penyelesaian politik sebagai satu-satunya solusi untuk krisis Suriah. Mereka juga bersumpah untuk bertahan dari setiap tekanan oleh Amerika Serikat, yang berusaha setelah kegagalannya, untuk menghidupkan kembali teroris demi menggulingkan pemerintahan di Damaskus.

Iran telah menawarkan dukungan penasihat militer ke Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus, memungkinkan pasukannya untuk mempercepat kemenangan di berbagai bidang melawan berbagai bentuk teror.

Namun, selama beberapa tahun terakhir, Israel, sekutu terdekat AS sering menyerang sasaran militer di dalam Suriah dalam upaya untuk membantu kelompok-kelompok teroris yang telah menderita kekalahan dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah Suriah.

Selain itu, koalisi pimpinan AS telah melakukan serangan udara terhadap apa yang dikatakan sebagai target Daesh di dalam Suriah sejak September 2014 tanpa ada otorisasi dari pemerintah Damaskus atau mandat PBB.

Aliansi militer ini telah berulang kali dituduh menargetkan dan membunuh warga sipil. Mereka juga sebagian besar tidak mampu mencapai tujuan yang dinyatakannya untuk menghancurkan Daesh. (SFA)