, ,

Presiden Baru Irak: Kerjasama dengan Iran Prioritas Utama

oleh
Presiden Irak di Kuwait
Presiden Irak di Kuwait

KUWAIT – Presiden Irak yang baru terpilih mengatakan bahwa adalah kepentingan terbaik negaranya untuk memiliki “hubungan yang baik dan stabil” dengan Iran, mendesak AS untuk mempertimbangkan posisi politik dan ekonomi Baghdad dalam pembicaraan tentang sanksi yang dikenakan terhadap Iran.

“Iran adalah negara tetangga dan kepentingan kami terletak pada hubungan yang baik dan stabil dengan Iran,” kata Barham Salih ketika berbicara kepada wartawan selama kunjungan ke Kuwait pada hari Minggu (11/11).

Baca: Analis: PM Israel dan Bin Salman Aktor Sanksi AS atas Iran

Administrasi Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada tanggal 5 November pengenaan kembali sanksi “terberat” terhadap sektor perbankan dan energi Iran dengan tujuan memutuskan penjualan minyak dan ekspor penting. Sanksi itu sebenarnya telah dicabut di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Washington telah mendorong pemerintah untuk memotong impor minyak Iran ke nol. Namun, akhirnya setuju untuk memberikan keringanan kepada delapan importir terbesar minyak Iran yaitu China, India, Korea Selatan, Jepang, Italia, Yunani, Taiwan dan Turki, karena takut lonjakan harga.

Baca: AS Ketar-ketir Atas Kemajuan Militer Iran

Dalam sebuah video yang diterbitkan di halaman Facebook resminya pada hari Kamis, Kedutaan Besar AS di Irak mengatakan bahwa Baghdad dapat terus mengimpor gas alam dan pasokan energi lainnya dari Iran untuk jangka waktu 45 hari, asalkan tidak membayar Iran dalam dolar AS.

“Amerika Serikat telah memberi Irak bantuan sementara dari sanksi selama 45 hari untuk terus membeli gas alam dan listrik dari Iran,” tambahnya.

Di tempat lain dalam wawancaranya dengan wartawan, Salih mengatakan, “Kami tidak ingin Irak dibebani dengan sanksi AS terhadap Iran,” mendesak Washington untuk mempertimbangkan posisi Baghdad ketika kedua pihak bernegosiasi tentang bantuan Irak dari sanksi AS terhadap Iran.

Baca: Hadapi Sanksi AS, Iran Gelar Latihan Perang

Presiden Irak itu juga menekankan bahwa negaranya ingin mempertahankan hubungan “seimbang” dengan semua tetangganya dan komunitas internasional.

Perwakilan khusus untuk Iran di Departemen Luar Negeri AS, Brain Hook, mengatakan pada hari Rabu bahwa Irak akan terus mengimpor listrik dan gas alam dari Iran di bawah pengecualian dari sanksi Washington. (SFA)