Eropa

Zarif: Ada Jejak Arab Saudi dalam Serangan Teroris di Ibukota Iran

Rabu, 14 Juni 2017

SALAFYNEWS.COM, NORWEGIA – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran telah memperoleh intelijen yang menunjukkan bahwa Arab Saudi “secara aktif” mendukung kelompok-kelompok teroris di sepanjang perbatasan timur dan barat Iran.

Berbicara pada pembukaan Forum Oslo di Norwegia, Menteri Luar Negeri Iran merujuk pada ucapan baru-baru ini oleh pejabat Saudi yang meramalkan serangan teroris di ibukota Teheran, dan menyebut ucapan tersebut sebagai “ancaman langsung dan provokasi yang sangat berbahaya” oleh Riyadh.

Zarif mengatakan Iran “waspada,” dan menambahkan, “Kami memiliki intelijen bahwa Arab Saudi secara aktif terlibat dalam mempromosikan kelompok teroris” yang beroperasi di dekat perbatasan timur dan barat Iran, Sputnik melaporkan.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Saudi Mohammed bin Salman mengatakan dengan samar bahwa Arab Saudi akan bekerja untuk memindahkan “pertempuran” ke Iran. Kemudian, pada tanggal 6 Juni, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Iran harus “dihukum” atas apa yang dia sebut “gangguannya di wilayah ini.”

Beberapa jam kemudian, pagi hari tanggal 7 Juni, serangan teroris kembar melanda ibu kota Iran. Sebanyak 17 orang tewas dan hampir 50 lainnya luka-luka dalam serangan teroris tersebut. Kelompok teroris ISIS, yang terkait erat dengan ideologi Wahabi ekstremis yang bebas disebarkan oleh Arab Saudi, mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut.

AS mengabaikan peran Saudi dalam teror

Di tempat lain dalam sambutannya, Zarif mengatakan bahwa Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah menutup mata terhadap peran Arab Saudi dalam serangan teroris 9/11 di AS, yang menewaskan sekitar 3.000 orang, dan serangan lainnya di tempat lain di Barat.

Pada 11 September 2001, 19 teroris – 15 di antaranya warga negara Saudi – terlibat dalam serangan di tanah AS, termasuk membajak pesawat penumpang dan menabrak menara kembar World Trade Center di New York City.

Di Oslo, Zarif mengatakan dalam sebuah kiasan bahwa Trump berusaha mengubah kewarganegaraan dari 15 penyerang Saudi atau setiap pembom lain yang telah menyerang AS atau negara-negara Barat selama 20 tahun terakhir pasca-perang.

AS “berusaha mengubah … sejarah,” katanya. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: