Artikel

Zainul Muttaqin: Tragedi Paris Hingga Surabaya, Belajarlah dari Suriah

Suriah

JAKARTA – Pengamat muda Ahmad Zainul Muttaqin dalam akun Facebooknya menulis tentang bagaimana Teror di Paris? Siapa dibalik itu semua?, mereka semua pelaku teror adalah alumni Suriah, apa kaitan dengan teror bom bunuh diri di Surabaya? simak ulasannya:

Jangan pernah lupakan apa yang terjadi pada 14 November 2015 di Paris. Insiden terorisme di sebuah Hall konser, 132 orang tewas dan puluhan warga disandera. Siapa pelakunya? Tidak lain adalah para alumni ‘Jihad’ Suriah asal Prancis yang sebelumnya bergabung dengan ISIS dan di deportasi Suriah.

Baca: Kupas Tuntas Pemberontakan Hizbut Tahrir di Libya, Suriah dan Indonesia

Para teroris ini awalnya disponsori sendiri oleh Rezim Prancis Francois Hollande, USA dan rezim-rezim Teluk dengan menyediakan kamp-kamp pelatihan untuk mereka di Jordania, Turki, Qatar dll lalu melepasnya di Suriah guna menggulingkan Assad. Pada 28 November 2014, setahun sebelum tragedi ini Presiden Suriah Bashar Assad sudah pernah memperingatkan Prancis:

“Persentase terbesar dari para teroris Eropa yang datang ke negeri kami berasal dari Prancis. Dan kalian punya beberapa insiden terorisme di Prancis. Terorisme di Eropa tidak lagi tertidur, mereka telah dibangkitkan (oleh pemerintahnya sendiri)”.

Kalau NKRI ingin belajar menanggulangi terorisme, belajarlah dari Presiden Suriah saat ia memperingatkan negara-negara yang lalai menindak para radikalis di negaranya sendiri dan membiarkan (bahkan mensponsori) mereka untuk berangkat mengacau ke Suriah:

“Terorisme bukanlah sebuah kartu yang bisa anda mainkan dan anda masukan kembali ke dalam kantong. Seperti kalajengking, ia akan menyengat setiap saat”.

Baca: Denny Siregar: Suriah Kecil itu Bernama Indonesia

Mungkin Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafi’i asal Gerindra yang sudah 2 tahun menahan RUU ini perlu belajar dari tragedi Paris, dimana negara hanya bisa menyaksikan ratusan warganya dibantai para alumni Jihad Suriah. Di Indonesia, ada ratusan alumni ‘Jihad’ Suriah (nama-nama mereka sudah dikantongi BNPT) yang tak bisa ditindak sama sekali karena Polri tak punya payung hukum. Selama ini Polri hanya berpegang pada UU No 15 Tahun 2003 yang sangat lemah, hanya bisa menindak teroris bila sudah terjadi teror dan memakan korban jiwa, sementara RUU Anti Terorisme terus ditahan padahal RUU ini memuat dasar hukum yang bisa mempidanakan para WNI yang ikut gerakan terorisme di luar negeri.

Tapi sepertinya si pemalas ini santai saja melihat puluhan nyawa WNI tak berdosa terus berjatuhan, sementara 500 alumni ISIS yang pulang ke Indonesia membawa paham gila lengkap dengan ilmu dan pengalaman teror di Suriah terlindungi berkat lambannya pengesahan RUU ini sehingga memberi nafas pada para teroris untuk terus berpikir cara melampiaskan ghirah jihad mereka dengan terus menumpahkan darah-darah yang mereka kafirkan. Ingat kata Presiden Suriah yang sudah 7 tahun memerangi Mega-Terorisme di negaranya:

Baca: Inilah Fakta Dibalik Kenapa Molornya UU Terorisme

“Para teroris hanya memiliki satu pesan. Yang mana dari ideologi gelap yang mereka bawa, bagi mereka siapapun yang tidak berpikir seperti mereka tidak layak untuk hidup”.

Saya hanya berharap semoga tragedi Paris tak menimpamu atau keluargamu pak!. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Densus 88 Tangkap 17 Teroris Jaringan JAD | SALAFY NEWS

  2. Pingback: NGAKAK! Emak-emak di Surabaya Maki Teroris | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: