Fokus

Yusuf Muhammad: TEGAS! Kampus ITS Berikan Sanksi Kepada 3 Dosen HTI

Dosen HTI

SURABAYA – Setelah PTUN (07/05) menolak banding ormas Hizbut Tahrir Indonesia tiba-tiba tersebar foto beberapa tiga dosen ITS tulis hastag #HTILayakMenang, akhirnya mendapat sindiran pedas dari Alumni kampus itu.

Yusuf Muhammad dalam akun fanpage Facebooknya bongkar para eks HTI yang memang menyusup ke kampus-kampus, hal itu di dukung oleh tiga foto dosen yang sangat jelas sekali mendukung gerakan HTI, padahal jelas sekali pemerintah melarangnya, berikut ulasannya:

Baca: WASPADA! Embrio Khilafah HTI Anti Pancasila Tumbuh Subur di Kampus Indonesia

VIRAL TOKOH HTI DARI KAMPUS ITS

Ada Kaprodi, Dosen dan Guru besar di ITS yang secara jelas menyatakan dukungan kepada HTI. Sebagai Alumi ITS, hal ini tentu sangat saya sayangkan karena ITS sebagai perguruan tinggi milik Republik Indonesia, bukan milik Negara Khilafah! Mereka dibiayai oleh negara.

Fanatisme kelompok (ashabiyah) di HTI itu sangat kuat, bahaya kalau mereka pegang jabatan publik, jabatan itu akan dimanfaatkan bgi golongan mrka sendiri. Mereka sok2an anti NKRI, tapi numpang hidup di NKRI bahkan dibiayai oleh pemerintah.

ITS kepanjangan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dari sejarah namanya saja ada cerita semangat nasionalisme dan perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Para pejuang Kemerdekaan itu termasuk santri, kyai, Ulama dan segenap warga Surabaya yang mengorbankan nyawanya utk membela Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu dilegitimasi oleh Resolusi Jihad NU 22 Okt 1945, Pendukung Negara Khilafah (HTI) gak bisa main-main!.

Baca: Menristekdikti Berikan 2 Pilihan kepada PNS, Ikut HTI atau Pilih Gabung NKRI

Alhamdulillah setelah viralnya tokoh-tokoh HTI yang berasal dari kampus ITS, tidak lama kemudian pihak Kampus memberi tanggapan melalui surat pernyataan sikap Resmi terkait tiga dosen yang mendukung atau menjadi tokoh HTI.

This slideshow requires JavaScript.

Kita tunggu proses selanjutnya, dan semoga langkah tegas dari ITS diikuti juga oleh perguruan-perguruan tinggi negeri lainnya seperti: UNAIR, IPB, ITB, UGM, UI, dan lainnya sebagai semangat untuk bersih-bersih virus HTI pasca ditolaknya gugatan mereka di pengadilan PTUN Jakarta, 7 Mei 2018 kemaren.

Baca: 5 Step Kelompok Radikal dan HTI Hancurkan Sebuah Negara

Namun demikian, perlu dicatat! kita tentu tidak boleh mengucilkan atau memusuhi mereka, kita harus tetap rangkul serta mengajak mereka untuk kembali kepangkuan Negara berideologi Pancasila yang sudah final disetujui oleh para pendiri bangsa, termasuk para Kyai, Ulama, dan para pejuang lainnya.

Kita hanya benci pada Ideologi yang dibawa oleh mereka sebagai penghianatan terhadap para pendiri bangsa, namun mereka tetaplah saudara kita. Mari kita rajut persaudaraan dan persatuan demi perdamaian dunia. Terima kasih! Salam perjuangan. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: BKN: Pelaku Ujaran Kebencian di Dominasi PNS | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: