Fokus

Yusuf Muhammad: Setya Novanto Korban Jurus Mabuk KPK

Selasa, 18 Juli 2017 – 14.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh media sosial Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya memberikan sebuah opini betapa berani dan tegas KPK menangkap beberapa Ketua umum partai politik, yang terbaru adalah Setya Novanto menjadi tersangka baru dalam kasus mega Korupsi E-KTP, berikut tulisannya:

Penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap ketua DPR RI Setya Novanto, adalah suatu keputusan yang bisa dibilang berani dan nekat. Mungkin tindakan KPK itu bisa disebut sebagai “jurus mabuk”. (Baca: Denny Siregar dan Cara Perang Politik Cerdas Jokowi)

Terlalu banyak musuh negara ini dan sebagian dari mereka adalah anak bangsa sendiri. Anak bangsa yang rakus akan harta dan tahta, sehingga mereka tega menjajah saudara sebangsa.

Kita tahu SN adalah orang yang sangat ‘licin’ dan ‘tentakelnya’ berada dimana-mana. Berbagai kasus sebelumnya telah menimpanya, namun ia selalu lolos karena kuasa dan kepiawaiannya. Ok lah sebelumnya ia bisa lolos, namun saya masih percaya bahwa kebenaran akan selalu mencari jalannya.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya SN harus bermuara dalam ‘bidikan’ KPK dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi E-KTP pada Senin, (17/7/17).

Kasus mega korupsi E-KTP memang tak bisa dianggap remeh, karena kerugian negara mencapai 2,3 triliun. Sungguh nilai yang sangat fantastis.

Sudah lebih dari 200 saksi yang dipriksa pada kasus e-KTP, dan diduga ada banyak anggota DPR RI yang terlibat. Pantas saja para anggota dewan kejang-kejang, hingga mereka nekat bikin pansus angket KPK yang diduga hanya untuk melemahkan. (Baca: Lelucon Terbaru Pansus Hak Angket KPK Temui Napi Koruptor di Lapas Sukamiskin)

Namun demikian, hal yang paling saya sukai adalah KPK tetap berani gunakan jurus mabuknya, untuk segera membidik SN sebagai tersangka. Saya jadi ingat, wakil ketua KPK Saut Situmorang pernah berkata, “mumpung Presidennya bagus, kita harus cepat…”.

Penetapan SN sebagai tersangka juga seakan menegaskan, bahwa Presiden Jokowi tidak pandang bulu dalam hal penegakan hukum. Oleh sebab itu, Jokowi bagaikan mimpi buruk bagi para teroris dan koruptor!. (Baca: MKD Selamatkan Setya Novanto dan Antisipasi “The Operators”)

Sungguh berat apa yang dihadapi Presiden Joko Widodo, karena ada dua figur kelas kakap yang sudah tersangka. Satunya mirip Bunglon, saat di Gereja bisa jadi Pendeta, tapi saat di Pesantren bergaya ala ulama. Nah, kalau yang satunya lagi mirip Belut, karena terlalu licin ketika mau ditangkap. Dilarang sebut nama, karena nanti bisa dipersekusi dan dituduh menista. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: