Nasional

Yusuf Muhammad: Sandiaga Tukang Sogok Handal

Meme Politik
Karikatur

SURABAYA – Pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun facebooknya menulis tentang bagaimana Sandaiga penyogok yang handal, berikut ulasannya:

Saya pribadi salut dengan Sandiaga Uno Calon Wakil Presiden (Cawapres) pasangan Prabowo Subianto. Bayangkan saja, dari sembilan nama capres dan cawapres yang disodorkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), satupun tak ada yang dipilih oleh Prabowo, padahal foto mereka sudah dipajang di mana-mana. Belum lagi nama Zulkifli Hasan, Ketua MPR sekaligus kakak kandung dari maling tangkapan KPK yang juga diabaikan Prabowo untuk dijadikan cawapresnya.

Baca: Denny Siregar: Perang Jenderal Kardus Vs Jenderal Baper

Tahu kenapa? Ini semua karena ulah penyogok super handal Sandiaga Uno.

Kemudian mari kita lihat Jendral baperan yang seperti sales di perempatan, dia sibuk menawarkan anaknya yang masih belajar bicara supaya bisa jadi cawapres Prabowo, tapi apa boleh buat dia ditikung dilast minute oleh “Jendral Lardus”. Lagi lagi semua karena ulah penyogok super handal.

Kemudian mari lihat gelar baru Sandiaga Uno yang disebut sebagai ‘santri’ dan ‘ulama’ oleh Amien Rais. Ini kalau bukan karena kehandalan Sandiaga tentu dia tidak akan bisa mendapat sebutan Santri dan ulama. Bahkan saking hebatnya, Sandiaga bisa menyingkirkan daftar nama cawapres hasil dari Ijtima ulama 212. Hebat, bukan?

Baca: NGAKAK, Cuitan Gibran Anak Jokowi Soal Jenderal Kardus

Sandiaga memang handal dalam urusan sogok menyogok, seperti diketahui sebelumnya, wakil skretaris Jendral Demokrat (Wasekjen) Andi Arief mengatakan bahwa Sandiaga memberi mahar berupa uang 500 miliar masing-masing kepada PAN dan PKS untuk menjadi cawapres Prabowo. Jadi, total 1Triliyun. Wow angka yang sangat besar sekali.

Bisa dibayangkan jika uang 1 T itu digunakan untuk membantu ribuan korban gempa di Lombok, pasti akan lebih berguna, tapi sayangnya Sandiaga tidak melakukan itu. Ia lebih memilih keluarkan uang banyak demi kekuasaan.

Lucu sekali jika ada kubu oposisi yang kini justru teriak, “Jokowi harus lebih peduli dengan bencana Lombok ketimbang ngurus Asian Games.” Mereka seakan menutup mata ketika pemerintahan Jokowi sudah mengucurkan dana 600-700 miliar untuk penanggulangan bencana di Lombok, selain itu pemerintah juga menyiapkan dana sebesar 4 T untuk pemulihan. Jokowi juga sudah berkali-kali datang ke NTB, tapi yang nyinyir justru belum pernah datang sama sekali.

Baca: Denny Siregar: Ma’ruf Amin jurus pamungkas Jokowi

Dari sini kita tahu, Sandiaga rela melakukan apapun demi bisa meraih kekuasaan, dilain sisi sang penyogok handal itu justru sangat minim membantu korban bencana gempa di Lombok. Jadi, masih maukah Indonesia dipimpin oleh mental penyogok?. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: