Fokus

Yusuf Muhammad: Pungli Berkedok Pengumpulan Zakat

Pungli Zakat

JAKARTA – Di era Gubernur zaman Now, pemangku kekuasaan sekelas lurah pun dididik oleh Gubernurnya agar memiliki mental ala kompeni penjajah seperti di era kolonial Belanda.

Bayangkan, bagaimana kalau pemangku kekuasaan yang levelnya diatas lurah? Akankah dididik jadi Garong, alias Koruptor?.

Baca: Agama Tumbal Para Politikus Untuk Puaskan Nafsu Berkuasanya

Bagaimana tidak, lurah se-DKI Jakarta diberi surat himbauan oleh Gubernurnya agar menggiatkan pengumpulan zakat dari warganya. Kalau modelnya seperti ini, namanya bukan pengumpulan zakat, tapi pungli berkedok pengumpulan zakat. Yang begini ini model lama ala penjajah era kolonial Belanda.

Dalam surat edaran Kelurahan Joglo disebutkan:

“Menindaklanjuti Imbauan Gubernur DKI Jakarta no 4 tahun 2018 tentang Gerakan Amal Dosial Ramadhan/Map GAR tahun 1439H/2018M.”

Baca: Denny Siregar: Tolak Gerakan Politik di Tempat Ibadah

Untuk apa gaya lama pungli ala kompeni diikuti, masa uang 1 juta pun harus dipungut dari cara murahan ala kompeni? Sudah jadi Gubernur bukannya mewujudkan janji 1 RW dapat dana lebih dari 1 Miliyar, eh malah bikin edaran suruh RT ‘palaki’ warganya. Apa lupa saat kampanye, dia pernah mengatakan akan memberi dana bantuan per RW lebih dari 1 miliyar?

Baca: Yusuf Muhammad: PKI dan HTI Pengkhianat NKRI

Silakan Gubernur rasa Kompeni itu ngeles dengan segala keahliannya mengola kata-kata, tapi yang jelas jejak digital tak bisa menipu. Kebenaran akan selalu mencari jalannya dan foto surat edaran ini sebagai bukti. Jadi, dusta mana lagi yang akan engkau ingkari, wahai tuan Kompeni?. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: