Internasional

Yusuf Muhammad: Pemberontak Berkedok LSM

Rabu, 07 Juni 2017 – 18.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Masih ingatkah tentang video bocah kecil duduk di kursi orange yang viral di berbagai media? (Baca: Bashar Assad Bongkar Kisah Anak di Kursi Orange “Omran Daqneesh”)

Video itu seakan ingin menunjukkan kekejaman Presiden Suriah Bashar al-Assad. Jujur saja, karena video tersebut, banyak orang yang terharu dan mengutuk Bashar al-Assad, bahkan beberapa teman saya pun ada yang tertipu oleh video mengharukan yang disebar oleh pembenci Bashar al-Assad. (Baca: Denny Siregar: White Helmets, Organisasi HAM Rasa Teroris)

Jadi, saya disini bukan niat ingin mengagungkan Presiden Suriah, mengapa? karena gak ada untungnya bagi saya yang tinggal di Indonesia. Bagi saya, kebenaran tetap harus disuarakan. (Baca: Eva Bartlett Bongkar Kebusukan Media Barat dan Pro Teroris Tentang Suriah)

Sejak awal saya tidak percaya jika video bocah yang duduk di kursi orange tersebut adalah kejadian nyata, karena terlihat banyak sekali kejanggalannya. Satu contoh: si bocah tidak menangis sama sekali, padahal mukanya berdarah-darah setelah diselamatkan dari reruntuhan bangunan beton.

Saya sendiri sadar, tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Jadi, apabila kalian benci dengan Bashar al-Assad maka bencilah karena hal-hal buruknya saja. Janganlah benci akibat fitnah yang direkayasa.

Lihatlah bocah yang dulu duduk di kursi orange itu, kini dia tampak baik-baik saja, tidak ada sedikitpun bekas di wajahnya. Bahkan keluarganya sendiri mengaku, kelompok pemberontaklah yang memaksa unTuk ambil foto kemudian disebar melalui chanel media milik mereka.

Lalu apa tujuannya? Ya, tentu untuk memfitnah Presiden Suriah, karena tujuan mereka ingin merevolusi Suriah. Begitu juga dengan pemberontak yang di Indonesia, mereka ingin merevolusi Pancasila menjadi Khilafah. (Baca: Zainul Muttaqin: White Helmets Penghancur Suriah Resmi Masuk Indonesia)

Modus aksi-aksi sosial yang melibatkan anak-anak sengaja dilakukan, karena selain bisa mengundang banyak simpati, juga dapat menggalang umpeti. Biasanya yang seperti itu dilakukan melalui LSM mereka yang ada di berbagai lintas negara. (Baca: Organisasi Dokter Swedia Bongkar Tipuan Busuk White Helmets di Suriah)

Di Bandung sendiri telah berdiri markas LSM yang juga diduga berafiliasi dengan pasukan pemberontak di Suriah. So, waspadalah wahai Indonesia, karena propaganda telah ada di depan mata kita. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: