Nasional

Yusuf Muhammad: Koalisi ‘Ketakutan’ Melawan Ahok

Selasa, 09 Agustus 2016

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Yusuf Muhammad menulis sebuah opini tentang koalisi Parpol yang akan melawan Ahok dalam Pilgub DKI, tulisan menarik serta analisa yang cukup menggelitik, berikut tulisannya:

KOALISI KEKELUARGAAN VS AHOK

Siapa sebenarnya yang ketakutan menghadapi pilgub DKI? Dari awal sebanarnya sudah dapat dilihat kubu mana yang ketakutan ketika akan menghadapi pilkada DKI Jakarta. Wajah-wajah mereka sebenernya wajah lama yang sudah usang dan sering menemui kegagalan. (Baca: Ahok Dikeroyok 6 Parpol di Pilkada DKI Jakarta)

Apakah Ahok takut menghadapi pilgub DKI? Atau justru lawan Ahok yang ketakutan? Saya menemui ada beberapa pihak yang mengklaim bahwa Ahok ketakutan menghadapi pilgub DKI, tapi setelah saya cermati dari sekian banyak statement dan sikap Ahok tidak sedikitpun menunjukkan klaim tersebut.

Jadi sebenernya siapa yang ketakutan? Mari kita buktikan bersama.

Fenomena pilgub DKI ini kalau saya amati mirip seperti pilpres tahun 2014. Kemiripan itu ada pada koalisi yang dibentuk oleh para elit parpol demi mengalahkan calon lawanya. Jika pada pilpres sebelumnya ada nama “Koalisi Merah Putih”, maka dipigub DKI ini ada nama “Koalisi Kekeluargaan”. (Baca: MEMANAS.. Beragam Cara Jegal Ahok Maju Lagi di Pilgub DKI 2017)

Yang menjadi lucu adalah PDIP ada di kubu Koalisi Kekeluargaan. PDIP seakan lupa bahwa posisinya bukan lagi oposisi namun pendukung pemerintah. PDIP juga seakan makin dilema karena dari perolehan kursi sudah dapat mengusung calon cagub sendiri, tapi dilain sisi stok calon cagubnya sudah terbatas. Stok yang plg aman cuma cawagub doang, kan jadi gengsi.

Minimnya stok kader potensial membuat partai jadi kelimpungan. Hal ini membuktikan bahwa selama ini parpol tidak serius melahirkan bibit/kader-kader terbaik untuk Indonesia yang sangat luas. Indonesia bukan hanya Jakarta, namun banyak daerah lain yang harus dibangun oleh pemimpin-pemimpin berintegritas dan potensial, bukan pemimpin yang pembawa sial. (Baca: Ini 5 Kelompok yang Paling Takut Ahok Menang Lagi)

Bisa dibayangkan kerugian warga Surabaya jika Risma ke Jakarta. Menang atau kalah, warga Surabaya tetap akan mengalami masalah besar, karena kita tahu belum ada figur potensial yang menggantikan sosok Risma. Justru jika dilihat “track record” Wisnu dan Bambang DH, mereka sering bersebrangan dengan Risma. Pencalonan Risma-Wisnu pun sebelumnya seakan dipaksakan.

Nah, tentu ada pihak yang tertawa dibalik masalah besar yang akan dihadapi warga Surabaya. Jika Risma maju ke pilgub DKI, otomatis wakilnya akan naik jadi walikota. Ini lah masalah sesunggyhnya yang harus dihadapi warga Surabaya. Perlu dicatat bahwa kemenangan PDIP di Surabaya itu didominasi karena figur Risma, bukan Wisnu Sakti Buana.

Koalisi Kekeluargaan yang dibentuk ini menunjukkan bahwa ada ketakutan dari mereka menghadapi Ahok pada pilgub DKI mendatang. kini sudah terlihat pihak mana sebenernya yang ketakutan dan pihak mana akan tertawa karena memanfaatkan kesempatan.

Jika meminjam kalimat Ahok, “Kumpulin semua Parpol, gue enggak takut!.” Nah, bagi Ahok itu cukup masuk syarat sebagai cagub, selanjutnya ya diserahkan pada warga Jakarta, karena dukungan terbesar sesungguhnya ada pada mereka dan kekuatan terbesar ada pada Tuhan YME.

Prediksi saya “Koalisi Kekeluargaan” tidak akan bertahan lama. Percaya atau tidak ya biar waktu yang menjawabnya. Sudah lah gak perlu ribut apalagi marah-marah. Sruputtt dulu kopi susunya. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: