Nasional

Yusuf Muhammad: Koalisi ‘Hoaks’

Koalisi Hoax
No Hoax

SURABAYA – Saya kadang heran dengan netizen Indonesia, setiap hoax yang disebar di media sosial maka akan dengan cepat terjawab kebenarannya.

Kayaknya banyak netizen yang “bermata Tuhan”. Maka dengan ini maka kita perlu berhati-hati dengan penggunaan media sosial. Kita harus cek betul-betul informasi yang hendak kita tulis dan posting, karena jika sedikit saja kesalahan maka tulisan kita bisa-bisa sudah di screenshot oleh netizen lainnya.

Baca: Ratna Sarumpaet dan Bunuh Diri Politik Kubu Oposisi

Semakin banyaknya hoax yang tersebar di media sosial, juga membuat kita harus semakin teliti dan sabar untuk cek dan ricek informasi yang kita dapat. Jujur saja banyak diantara netizen yang kadang sudah hati-hati pun masih bisa kecolongan.

Namun demikian, banyak juga netizen yang semakin dewasa dan belajar dari pengalaman. Semakin sering dihantam dengan hoax maka mereka semakin paham apa saja yang harus dilakukan.

Baca: ‘Ratna Sarumpaet Dikeroyok’, Yusuf Muhammad Semprot ‘Oposisi Kardus’

Dan kita saat ini tahu, ada capres yang sudah mengakui telah ikut menyebarkan info ke masyarakat terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet padahal kebenarannya belum diketahui. Ini kesalahan yang fatal, apalagi dilakukan oleh seorang capres.

Dan jika dilihat, mereka yang ikut menyebarkan info palsu itu rata-rata yang berpendidikan tinggi, bukan yang berpendidikan rendah. Tapi menurut analisis saya, faktor pendidikan bukanlah yang utama, akan tetapi ambisi yang tak terkontrol itu yang menjadi masalah.

Baca: Denny Siregar: Jokowi Mimpi Buruk HTI dan Khilafah

Maklum saja sudah berkali-kali ikut nyapres tapi gagal maning gagal maning. Fisiknya dan wajahnya pun kian hari terlihat semakin menua dan tampak lelah.

Sya kira netizen Indonesia kini sudah melek informasi dan semakin muak dengan hoax dan fitnah. Jadi, jangan biarkan koalisi pembohong berkuasa. Ayo mari adu prestasi dan gagasan, bukan fitnah yang penuh kepalsuan.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran: 110)

Nah.. Jika ada yang ma’ruf, ngapain pilih yang munkar? Jika ada yang amanah, ngapain pilih yang suka memfitnah? Mikir…!!! (Kata cak lontong). (SFA)

Sumber: Akun Fan Page Facebook Yusuf Muhammad

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Yusuf Muhammad 'Semprot' Ekonom Rizal Ramli | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: