Nasional

Yusuf Muhammad: Gara-gara Ahok Surat Al-Ma’idah Ayat 51 Jadi Terkenal : Video

Jum’at, 07 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Banyak yang inbox menanyakan pandangan saya terkait “Video Ahok” yang dianggap menghina surat Al-Ma’idah ayat 51. Biar gak jawab satu persatu maka saya jawabnya disini aja.

Jadi gini ya, saya perlu waktu untuk mencari link video yang secara utuh tentang statemen Ahok yang dianggap melecehkan itu. Saya banyak dikirimi video versi sepotong (tidak lengkap) khususnya oleh mereka yang tidak suka terhadap Ahok dan saya rasa itu tidak fair (diplintir). Kita boleh tidak suka terhadap seseorang tapi nalar sehat tetap harus dijaga dan dikedepankan. (Baca: Denny Siregar Membela Ahok)

Menurut pandangan saya apa yang disampaikan oleh Ahok tidak ada sama sekali unsur menghina umat muslim, apalagi dibilang penistaan terhadap Agama Islam. Memahami sesuatu harus dengan cermat, bukan dengan emosi dan tentunya harus punya nalar yang kuat, tidak mudah diprovokasi.

Apa yang disampaikan oleh Ahok dalam video tersebut memang sensitif dan rawan untuk diplintir oleh lawanya, apalagi waktu sudah menjelang pilkada tentu akan banyak lawan yang akan mencari celah.

Coba simak apa yang telah disampaikan oleh Ahok dalam video:

tepatnya pada durasi 24:13 yang mengatakan, “jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak Ibu gak bisa memilih saya, bisa aja dibohongi pakai surat Al-Ma’idah 51 macam2”.

Perhatikan frasa “jadi jangan percaya sama orang” dan “dibohongi pakai” pada kalimat diatas.

Menurut saya pernyataan Ahok diatas tidaklah bermakna bahwa QS. Al-Ma’idah ayat 51 yang bohong, namun yang bohong sejatinya adalah orang yang suka memanfaatkan kutipan ayat dalam kitab suci demi pemuas nafsu kepentingan pribadi.

Dalam lanjutan pernyataan video tersebut, menurut saya Ahok justru menegaskan bahwa haak setiap warga DKI untuk tidak memilihnya, bahkan Ahok memberi jaminan meskipun seandainya tidak terpilih lagi, dia akan tetap menjalankan program-program yang telah dicanangkan hingga oktober 2017. (Baca: Ahok “Menggila” di Google)

Diakui atau tidak, pada kenyataanya banyak yang suka mebohongi dengan memanfaatkan atau mempolitisasi ayat2 suci. Neraka pun seringkali dijadikan bahan untuk menakut-nakuti calon konstituen demi kepentingan politik. Bagi mereka yang “mabuk agama” dan akalnya lemah tentu akan mudah dimanfaatkan oleh statemen Ahok yang diplintir.

Jadi sekali lagi yang perlu digaris bawahi, bahwa yang dimaksud bohong oleh Ahok sejatinya adalah manusianya bukan ayat sucinya. Ah… Ahok memang fenomenal, hingga QS. Al-Ma’idah ayat 51 bisa mendadak jadi familiar dan terkenal.

Saya rasa fenomena Gatot dan Dimas sudah bisa jadi bukti betapa masih banyak kaum yang akalnya lemah dan “mabuk agama”. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: