Nasional

Yusuf Muhammad: Erick Thohir, Langkah Jitu Jokowi Pilih ‘Amunisi’

Erick Thohir dan Sandiaga Uno
Erick Thohir dan Sandiaga Uno

SURABAYA – Erick Thohir dipilih Jokowi menjadi ketua timses kampanye nasional membuat Sandiaga Uno kaget setengah mati, karena Sandi tidak menyangka sama sekali, itulah langkah jitu dan mematikan Jokowi kepada lawan politiknya, smooth dan smart, seperti tulisan Yusuf Muhammad ini.

Sandiaga Uno dan Erick Thohir

Sandiaga Uno dan Erick Thohir

LANGKAH JITU JOKOWI PILIH ‘AMUNISI’

“Sebagai pengusaha, Pak Erick pasti tidak mau seperti posisi ini (jadi ketua tim kampanye), saya yakin”. Begitu ucap Sandiaga Uno sehari sebelum Erick Thohir resmi diumumkan pak Jokowi sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (KTKN) Jokowi-Ma’ruf.

Baca: Iyyas Subiakto: Erick Thohir Senjata Jokowi Redam Kampanye Barbar Politisi ‘Idiot’

Mengetahui kenyataan bahwa Erick Thohir menjadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf, tentu hal ini sedikit membuat kaget Sandi. Secara Erick sudah lama menjadi teman dekat Sandi, jadi wajar jika dia khawatir apabila persoalan politik bisa membuat hubungan persahabatannya terganggu.

Jika demokrasi dan politik dijalankan dengan baik, saya kira hubungan persahabatan akan baik-baik saja. Dilain sisi, alasan Erick Thohir bersedia dipilih menjadi ketua tim kampanye karena melihat kesungguhan Jokowi bekerja untuk rakyat. Jadi, mengapa harus khawatir persahabatan terganggu?

Baca: Denny Siregar: ErickThohir, Langkah Kuda Jokowi Mematikan Pertahanan Lawan

Bisa jadi Sandi mulai cemas dan was was..

Coba bayangkan, sebagai sahabat lamanya, tentu Erick sudah banyak tahu tentang kehidupan pribadi Sandi dan keluarganya. Jadi, memilih sahabat dekat Sandi sebagai ketua tim kampanye adalah langkah jitu Jokowi. Secara tidak langsung Jokowi telah menguasai kartu AS Sandi.

Kalau boleh saya bilang, Jokowi seakan ingin ‘mematikan’ langkah lawan politiknya tanpa harus bersusah payah ‘mengotori’ tangannya.

Baca: Kupas-Tuntas Tim ‘Bayangan’ Jokowi di Pilpres 2019

Langkah politik Jokowi ini memang unik, sebagai politisi ia memainkan “papan catur” politiknya dengan elegan. Ibarat bermain sepak bola, ia tidak suka menyerang, namun sekali menyerang, bola bisa dimanfaatkan dengan maksimal hingga dapat merobek gawang lawan. Hal ini berda dengan sebagian oknum lawan politiknya yang terkesan serampangan, arogan, dan suka memfitnah.

Lawan politik Jokowi memang lebih suka menyerang meskipun akhirnya sering gagal. Ada istilah, “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda,” mungkin itulah alasan mengapa “Jendral Kardus” tak pernah lelah dan selalu berusaha ingin berkuasa apapun caranya. Sayangnya dia tak sadar diri, cara yang digunakan selalu tampak ‘murahan’ dan usang. Cara usang tidak menarik lagi bagi kalangan milenial seperti saat ini.

Erick Thohir adalah pilihan jitu bagi Jokowi. Selain muda, sukses, dan idola baru dikalangan anak muda, ia juga bisa dijadikan ‘amunisi’ untuk ‘menembak’ Sandi. Kartu AS kini sudah di kuasai Jokowi, saya jadi tidak sabar ingin melihat Sandi ‘ditelanjangi’.

Baca: Pengamat Politik: Kelompok Radikal Dukung Prabowo-Sandi Serang Jokowi

Harapan saya jangan sampai ada kampanye kotor dan tidak sportif dari tim Prabowo-Sandi. Jika itu terjadi maka jangan kaget apabila ditengah malam tiba-tiba ada pesan whatsapp masuk.

“Ting tung……” (Pesan WA masuk)

“Hallo San… Kalau kampanye yang sportif ya, ingat semua kartu lu ada di gua,”

“Maaf, ini siapa ya..?”

“Erick Thohir,”

Sandi mendadak pucat, susah tidur dan dengkul hingga celana kolornya gemetar. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: