Fokus

Yaman: Raja dan Para Pangeran Saudi Tak Akan Aman dari Balasan Kami

Mehdi al-Mashat

YAMAN – Dewan Politik Tertinggi di Yaman mengumumkan kesyahidan Presiden Saleh Ali al-Asmad dan mengatakan bahwa Saleh al-Samad tewas oleh serangan udara Saudi pada Kamis lalu, ketika ia berada di provinsi Hudaydah, seperti dilansir Al Alam (24/04).

Baca: Mehdi Al-Mashat Ketua Baru Dewan Politik Yaman

Laporan menyebutkan bahwa Dewan politik Yaman memilih Mehdi al-Mashat sebagai penggantinya. Dewan menyerukan orang-orang Yaman untuk menghadiri pemakaman para syahid pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara, dan menyatakan berkabung nasional selama tiga hari dan mengibarkan bendera separuh tiang selama empat puluh hari.

Juru bicara Ansarallah memuji peran syahid Shamad, dan mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan ancaman agresor dan mengunjungi semua front.

Pemimpin Ansarallah, Abdul Malik Al-Houthi menyebut koalisi pimpinan Saudi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari kejahatan pembunuhan tersebut, dan menekankan bahwa itu tidak akan berlalu tanpa pertanggung jawaban. Dia juga menyeru orang-orang Yaman untuk berpartisipasi aktif dalam pemakaman sang martir.

Baca: Houthi Bersumpah Balas AS, Saudi Atas Kematian Al Samad

Seorang anggota Biro Politik gerakan Ansar Allah Ali al-Qahhum dalam wawancara dengan saluran Al-Alam, mengancam ibukota Saudi dan koalisi lainnya dengan serangan rudal balistik.

Dewan Pertahanan Yaman mengumumkan keadaan siaga dan meningkatkan kesiapan terhadap situasi ekstrem, serta menekankan bahwa Yaman saat ini lebih kuat dan teguh dalam menghadapi agresi, dan berjanji kepada Dewan untuk memberi tanggapan terhadap kejahatan koalisi pimpinan Saudi atas pembunuhan Saleh al-Samad.

Baca: Balas Pembantaian Saudi, Yaman Rudal Pelabuhan Minyak Aramco Saudi

Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa kejahatan yang menargetkan Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman, Shamad, tidak akan berlalu tanpa respon. Kementerian mengatakan para panglima perang harus memahami bahwa mereka akan membayar mahal dan tidak akan merasakan keamanan pada hari itu.

Sebuah sumber militer di Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan bahwa para pemimpin koalisi pimpinan Saudi tidak akan aman, dimulai dengan para raja dan pangeran dari negara-negara agresi sampai yang terakhir dari mereka. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: