Internasional

Yaman Bantah Klaim AS Kapal Perusaknya Diserang Rudal

Selasa, 11 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Sumber militer Yaman menolak klaim AS, dan mengatakan tidak ada rudal yang ditembakkan ke kapal perusak Amerika di lepas pantai Hudaydah.

Militer Yaman juga menambahkan bahwa klaim AS dimaksudkan untuk mencari dalih dan alasan keterlibatannya secara langsung dalam perang Yaman. (Baca: Video Pasukan Yaman Hancurkan Kapal Perang Emirat)

Sebelumnya, juru bicara Angkatan Laut Amerika, Senin (10/10), menegaskan bahwa kelompok Ansarullah Houthi telah menembakkan dua rudal ke arah kapal perang Amerika di lepas pantai Yaman. Ini merupakan peristiwa penembakan rudal pertama terhadap Angkatan Laut AS di kawasan tersebut sejak pecahnya konflik berdarah dengan kelompok Houthi yang didukung rakyat dengan pasukan koalisi Saudi yang didukung barat. Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah  pasukan Houthi menembakkan rudal ke kapal perang UEA.

Juru bicara militer AS, Jeff Davis mengklaim bahwa dua rudal tersebut ditembakkan dari daerah yang dikuasai Houthi ke arah kapal perang AS “USS Mason” yang dikerahkan AS untuk mengepung Yaman dan mendukung koalisi Arab Saudi pasca serangan rudal ke kapal perang Uni Emirat Arab. Dua rudal yang ditembakkan ini mendarat di air dan tidak mengenai target.

Davis menambahkan bahwa kapal perang AS melakukan tindakan defensif pada punggung kapal sehingga tidak mengalami kerusakan. Sementara itu, pejabat Departemen AS menegaskan bahwa kapal perang AS tersebut berada 22 km dari pantai Yaman di ujung selatan laut Merah dan sebelah utara Selat Bab al-Mandeb. (Baca: Amerika Serikat Gandakan Bantuan Untuk Intervensi Saudi Atas Yaman)

Sebelumnya, kelompok Houthi tidak pernah melakukan kontak langsung dengan kapal perang AS sejak pecahnya konflik di Yaman, setelah mereka berhasil menguasai Sana’a pada bulan September 2014 dan sejak intervensi koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk memerangi kelompok Houthi. Namun saat ini kelompok Houthi terus memberikan serangan dan balasan-balasan yang intens terhadap Saudi dan koalisinya. (Baca: Amerika Jual Senjata ‘Kematian’ Kepada Saudi Untuk Bunuh Yaman)

Sementara itu, Uni Emirat Arab mengklaim bahwa kapal yang diserang kelompok Houthi pada awal Oktober lalu adalah kapal sipil (SWIFT) yang memiliki rute dari kota Aden dan menuju kota Aden untuk membawa bantuan medis dan bantuan lain, serta untuk evakuasi warga sipil yang terluka agar bisa menuntaskan pengobatan mereka di luar Yaman. Namun kelompok Houthi mengatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal perang milik Uni Emirat Arab yang merupakan anggota koalisi yang dipimpin Arab Saudi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: