Amerika

WOW! Donald Trump Akan Cabut Sanksi Terhadap Rusia

Selasa, 17 Januari 2017 – 07.34 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Presiden AS terpiih Donald Trump mengumumkan bahwa ada kemungkinan untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan Washington kepada Rusia jika kedua negara ini berhasil mencapai kesepakatan mengenai pengurangan senjata nuklir. (Baca: Inilah Benturan Hebat yang Akan Dihadapi Trump di Awal Masa Jabatannya)

Trump mengungkapkan dalam wawancara dengan surat kabar Inggris “Times” pada minggu sore (15/01) bahwa “dibutuhkan pengurangan yang signifikan terkait senjata nuklir” pada tingkat global.

Trump mengatakan bahwa pencabutan sanksi terhadap Rusia adalah barter untuk perjanjian bilateral antara kedua negara, yang hasilnya akan menjadikan banyak orang memperoleh keuntungan.

Selain itu, presiden AS terpilih ini juga mengkritik NATO karena memiliki banyak masalah dan menyebutnya sebagai organisasi usang. (Baca: Kasus Pengusiran Diplomat, Trump Puji Kecerdasan Putin dalam Berpolitik)

Trump mengatakan bahwa “NATO adalah organisasi yang masih diampuni zaman”. Ia menambahkan bahwa “hanya 5 negara NATO yang memberikan pembelaan dengan wajar dan memadai”.

Perlu diingat, setelah pemilihan presiden AS yang paling diperdebatkan dalam beberapa dekade terakhir dan bertentangan dengan harapan mayoritas, presiden AS terpilih Donald Trump mampu memenangkan pemilu presiden AS beberapa bulan lalu dan mengalahkan saingannya dari partai Demokrat Hillary Clinton yang didukung oleh seluruh bagian pemerintah AS saat ini yang dipimpin oleh Barack Obama, dan juga didukung oleh sarana media yang paling berpengaruh serta pemimpin kamp liberal di negara-negara Eropa.

Namun Trump memanen hasil pemilihan yang mana fase pertama dan penting ini dilaksanakan pada 8 November 2106 lalu, dimana 304 dari 528 suara electoral Amerika melawan 227 suara yang mendukung Clinton, dan hal ini terjadi saat calon dari partai Demokrat mengungguli partai Republik di mana suara pemilih berbeda jauh hingga melebihi dua juta suara. Namun perlu diperhatikan, sistem pemilu AS tidak hanya memakai sistem suara terbanyak (popular vote) saja namun juga electoral vote, yang berarti bahwa setiap yang mengumpulkan suara terbanyak belum tentu akan menjadi pemenang pemilu. Dan Hillary Clinton merupakan calon presiden kelima dalam sejarah AS dan yang kedua dalam 16 tahun terakhir yang memperoleh suara terbanyak namun kalah dalam pemilu, seperti dilansir oleh kantor berita Almaalomah (16/01). (Baca: Surat Putin Kepada Donald Trump)

Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden ini bukan hanya mengejutkan Amerika namun juga seluruh dunia, dan juga membuat takut para politisi liberal di Barat yang mengorganisir pendukung mereka untuk melakukan demonstrasi untuk memprotes hasil pemilu presiden yang memenangkan partai Republik, tidak hanya di kota-kota Amerika namun di berbagai belahan dunia.

Sesuai keputusan, Donald Trump yang disebutkan oleh beberapa lembaga jajak pendapat di AS sebagai presiden yang paling rendah popularitasnya dalam sejarah negara itu, akan menggantikan presiden AS saat ini Barrack Obama pada 20 januari 2017 mendatang. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: