Headline News

WHO: Wabah Kolera di Yaman Berisiko bagi Peziarah Haji

Sabtu, 15 Juli 2017

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa wabah kolera di Yaman dapat menyebar selama ritual tahunan di Arab Saudi pada bulan September mendatang.

WHO mengatakan pada hari Jumat bahwa ritual haji tahunan tersebut menarik dua sampai empat juta Muslim setiap tahunnya, dimana sekitar 1,5 sampai dua juta adalah orang asing, dapat meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah, demam kuning, virus Zika dan penyakit meningokokus serta kolera.

Ahli kolera WHO, Dominique Legros, mengatakan bahwa pengawasan yang diperkuat dan tes cepat untuk mendeteksi kasus-kasus awal membantu Arab Saudi menghindari wabah kolera selama bertahun-tahun.

“Jangan lupa bahwa hari ini kita berbicara tentang Yaman, tapi mereka menerima peziarah dari banyak negara endemik, dan mereka berhasil terhindar dari wabah, dengan memastikan bahwa kondisi kehidupan, akses terhadap air pada khususnya, kondisi higienis, ada di tempat,” katanya pada briefing PBB reguler. “Mereka sudah dipersiapkan dengan baik menurut saya.”

Kolera, yang menyebabkan diare dan dehidrasi parah, ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi dan dapat berakibat fatal pada 15 persen kasus yang tidak diobati.

Masa inkubasi penyakit ini adalah masalah berjam-jam dan begitu gejala dimulai, kolera bisa membunuh dalam beberapa jam jika pasien tidak menerima pengobatan. Namun, pakar WHO mengatakan 80 persen pasien tidak menunjukkan gejala, membuat skrining bandara (deteksi dini dari suatu penyakit) tidak berkerja.

“Itu sebabnya kami menyarankan negara-negara untuk tidak melakukan skrining bandara untuk pasien, Saudi tidak melakukannya, tidak ada gunanya, secara teknis,” kata Legros.

PBB telah menyalahkan krisis kolera Yaman terhadap pelaku perang yang sedang berlangsung melawan negara miskin itu.

Stephen O’Brien, sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu bahwa wabah penyakit “buatan manusia” merupakan “akibat langsung” agresi yang dipimpin Saudi dan “Pelanggaran serius hukum internasional.”

Pejabat PBB tersebut memperingatkan bahwa kasus kolera yang dicurigai di seluruh Yaman telah melampaui 320.000 orang, dan setidaknya 1.740 telah kehilangan nyawa mereka setelah terinfeksi. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: