Fokus

WASPADA! OJK Rilis 21 Daftar Investasi Illegal

Jum’at, 15 Desember 2017 – 07.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pihak Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk berhati-hati dan waspada pada penawaran produk dan kegiatan usaha dari 21 entitas yang telah diidentifikasi pada Desember 2017.

Baca: Sri Mulyani Sisir dan Kejar Perusahaan Tambang yang Tak Bayar Pajak

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan, ke-21 entitas tersebut tidak memiliki izin usaha penawaran produk atau investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat. Sebab, imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

“Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” ujar Tongam melalui keterangan resmi, Kamis (14/12/2017).

Selain mewaspadai investasi bodong, satgas investasi mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penawaran mata uang virtual (virtual currency) seperti bitcoin.

“Perdagangan virtual currency lebih bersifat spekulatif karena memiliki risiko yang sangat tinggi. Beberapa entitas yang menawarkan virtual currency bukan bertindak sebagai marketplace tetap memberikan janji imbal hasil apabila membeli virtual currency,” tambahnya.

Baca: KPK Tangkap Tangan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan “BPK”

Menurut Tongam, masyarakat perlu waspada terkait penawaran mata uang virtual, sebab, Bank Indonesia pun melarang pengguaan uang virtual sebagai alat pembayaran.

Menurut Tongam, pihaknya secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal.

Berikut 21 entitas tersebut:

  1. PT Ayudee Global Nusantara
  2. PT Indiscub Ziona Ripav
  3. PT Monspace Mega Indonesia
  4. PT Raja Walet Indonesia (Rajawali)
  5. CV Usaha Mikro Indonesia
  6. IFC Martkets Corp
  7. Tifia Markets Limited
  8. Alpari
  9. Forex Time Limited
  10. FX Primus ID
  11. FBS-Indonesia
  12. XM Global Limited
  13. Ayrex
  14. Helvetia Equity Aggregator
  15. PT Bitconnect Coin Indonesia (Bitconnect)
  16. Ucoin Cash
  17. ATM Smart Card
  18. The Peterson Group
  19. PT Grand Nest Production (PT GNP Corporindo),
  20. PT Rofiq Hanifah Sukses (RHS Group)
  21. PT Maju Aset Indonesia

Sumber: Kompas

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Iran Resmi Larang Bank Transaksikan Bitcoin Cs | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: