Fokus

WASPADA, Dr Zakir Naik Tokoh Wahabi Masuk Indonesia

Kamis, 02 Maret 2017 – 15.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kabar soal kedatangan tokoh Wahabi, Zakir Naik, sempat meramaikan ruang medsos Tanah Air. Kabar kedatangannya sempat ramai dibahas, kemudian meredup. Namun kini dia benar-benar sudah tiba dan berada di Indonesia.

Zakir Naik tiba di Indonesia pada Rabu (1/3/2017) malam tadi. Kedatangannya dalam rangka persiapan safari dakwah di beberapa kota di Indonesia. (Baca: Dr Zakir Naik Sebarkan Wajah ‘Islam’ Ala Wahabi)

“Semalam dijemput,” kata panitia safari dakwah Zakir Naik, Hanny Kristianto, saat dihubungi, Kamis (2/3).

Namun safari Zakir Naik belum akan digelar dalam waktu beberapa hari ke depan. Pendakwah kelahiran Mumbai, India, 51 tahun silam, ini baru akan ‘manggung’ sekitar sebulan ke depan.

“(Safari dakwahnya) insya Allah bulan depan. Sekarang pertemuan dengan panitia, bahas teknis. Dia mau liat kondisi di Indonesia. (Sekarang) hanya 3-4 hari,” ujar Hanny.

Hanny juga mengumumkan kedatangan Zakir di akun Facebook-nya. Namun dia menutup rapat-rapat informasi soal keberadaan Zakir Naik.

Dikutip dari berbagai sumber, Zakir Naik populer melalui jaringan Peace TV yang dipimpinnya. Ceramah agamanya hampir selalu dihadiri ribuan orang. Materi ceramahnya mayoritas mengenai teologi dan suka debat agama lain dan madzhab lain.

Dr. Zakir Abdul Karim Naik atau lebih dikenal dengan nama Zakir Naik lahir di India pada 18 Oktober 1965. Disebutkan dalam berbagai literatur, ia penah kuliah kedokteran di Mumbai, India. Para pengagumnya menyebut ia sebagai sosok “ulama” terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Bisa dikatakan Zakir Naik ini besar melalui Internet, seperti website dan video Youtube yang sengaja disebarluaskan di Indonesia. (Baca: Bongkar Kebohongan Dr Zakir Naik Ustad Wahabi yang Anti Maulid)

Sebutan “ulama” yang disandang Zakir Naik tentu dipertanyakan. Karena dari mana ia belajar ilmu agama Islam pun tidak jelas. Tidak pernah disebutkan siapa gurunya, sama seperti sosok Ustadz Ahmad Sukina, pemimpin Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo. Tidak akan Anda temukan dari mana ia belajar agama meski dalam website resminya seperti IRF. Tidak diketahui dari mana ia belajar agama. Yang ada, klaim Zakir Naik yang menyebut dirinya sebagai murid Syaikh Ahmad Deedat.

Belum lagi bacaan al-Qurannya yang tidak beraturan. Siapa yang mengajarinya al-Quran juga tidak jelas karena aksen Arab dan al-Qurannya benar-benar sudah keluar dari makhraj, tidak bagus, dan tidak memenuhi kaidah ilmu tajwid. Di mana dan dengan ulama siapa Zakir Naik belajar tafsir, hadits, fiqih, syariah, bahasa Arab, dan lain sebagainya juga tidak pernah diketahui. Tiba-tiba sosok ini muncul bak seorang ulama besar yang faham betul tentang Islam, memahami tafsir, memahami hadits, memahami syariat, dan lain sebagainya. (Baca: Diduga Perekrut ISIS, “Ajudan” Dr Zakir Naik Ditangkap Polisi India)

Nabi Muhammad SAW tidak mengajarkan kepada kita dalam menyebarkan dakwah dengan cara debat sana-sini, tapi dakwah nabi selalu dibarengi dengan tingkah-laku yang sangat menawan dan menarik, hingga Islam tampak sebagai wujud welas asih yang tinggi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: