Eropa

Washington Rugi 2,2 Milyar Dolar Pertahun Akibat Sanksi AS atas Rusia

Selasa, 8 Agustus 2017

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Perekonomian AS telah kehilangan sekitar $2,25 miliar sejak Rusia memberlakukan embargo impor produk-produk Barat tiga tahun lalu dan defisitnya bisa mencapai $ 2,2 miliar pertahun, ungkap utusan Perdagangan Rusia Alexander Stadnik pada hari Senin.

“Para ahli AS memperkirakan kerugian langsung bagi ekonomi Amerika akibat respon Rusia hampir $ 2,25 miliar [dalam tiga tahun], sementara kesempatan yang hilang untuk pertumbuhan ekspor untuk produk yang dilarang dapat menyebabkan defisit antara $ 1,8 sampai $ 2,2 miliar per tahun,” kata Stadnik.

Pada tanggal 6 Agustus 2014, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah perintah yang memberlakukan embargo pada persediaan makanan dan pertanian dari negara-negara Amerika Serikat, Australia dan Uni Eropa sebagai tanggapan atas sanksi Barat terhadap Rusia. Daftar makanan terlarang meliputi unggas, ikan, daging sapi, buah, sayuran dan susu.

Stadnik mengatakan bahwa embargo tersebut merupakan tindakan tegas yang harus dilakukan terhadap sanksi Barat terhadap bisnis Rusia, dan menambahkan bahwa tindakan anti-Rusia pada akhirnya merugikan perusahaan AS juga.

Sanksi tersebut mendorong peningkatan pertanian dan agrikultural kecil Rusia, yang memungkinkan negara mempertahankan harga yang wajar untuk produk-produk penting, kata Stadink.

Namun, Stadnik juga mengatakan situasi di mana pemerintah Rusia harus mengambil tindakan timbal balik dalam menanggapi sanksi Barat seharusnya tidak dianggap normal. Dia menyatakan harapan Amerika Serikat dan Rusia dapat menghidupkan kembali kerjasama yang saling menguntungkan dimana tidak akan ada tindakan pembatasan.

Pada tahun 2014, hubungan antara Rusia dan Barat memburuk karena dugaan keterlibatan Moskow dalam krisis Ukraina dan kembali bersatunya Crimea dengan Rusia. Amerika Serikat, Uni Eropa dan beberapa sekutu mereka memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap energi Rusia, perbankan, pertahanan dan sektor lainnya serta terhadap para pejabat.

Pada tanggal 2 Agustus, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang disahkan di Kongres untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, Korea Utara dan Iran. Undang-undang tersebut mencegah presiden AS menghapus sanksi atas Rusia tanpa persetujuan kongres. Trump mencirikan undang-undang tersebut sebagai cacat secara signifikan. [Sfa]

Sumber: Sputnik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: