Fokus

Wasekjen MUI Sebut Rocky Gerung Menistakan Agama, Minta Polisi Proses

Penistaan Agama

Sabtu, 14 April 2018 – 18.42 Wib,

JAKARTA – Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung soal kitab suci adalah fiksi dinilai telah melecehkan ajaran agama. Bahkan, bisa termasuk menistakan agama. Akibat perkataan itu, Rocky kini dilaporkan ke aparat kepolisian oleh Ketua Cyber Indonesia, Permadi Arya alias Abu Janda (11/04).

Baca: Sebut Kitab Suci Adalah Fiksi, Abu Janda Polisikan Rocky Gerung

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amiryah Tambunan menilai, Polri harus segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kalau pernyataanya itu benar, itu perlu ditindaklanjuti oleh aparat Kepolisian. Kebenaran itu perlu dilakukan klarifikasi dan konfirmasi sehingga ada tindakan hukum”, kata Amirsyah seperti dilansir Kricom di Jakarta, Jumat (12/4/2018).

Baca: Rocky Gerung di ILC Sebut Kitab Suci Adalah Fiksi

Menurut Amiryah, pernyataan Rocky soal kitab suci adalah fiksi salah kaprah dan sudah masuk kategori penistaan agama.

“Kalau Al Quran dikatakan fiksi gak boleh. Dugaan kuat, melanggar dan masuk katagori penistaan agama,” kata dia. Sebab, Al Quran adalah firman Allah sebagai petunjuk dan sebagai pengobatan bagi manusia.

“Sekaligus rahmat bagi orang beriman. Kalau disebut fiksi itu sangat bertentangan dalam nilai yang terkandung dalam Al Quran,” tutupnya

Pernyataan Rocky Gerung soal ‘kitab suci itu fiksi’ disampaikan dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta. Saat itu Rocky menjadi pembicara terakhir dan dipersilakan menyampaikan pendapat terkait tema yang diusung.

Baca: UI Pastikan Rocky Gerung Bukan Dosen dan Belum Profesor

Rocky awalnya bicara soal pentingnya masyarakat membaca fiksi. Bagi Rocky, fiksi merupakan energi yang mengaktifkan imajinasi. Dia kemudian menjelaskan perbedaan antara fiksi dan fakta. Kata dia, lawan fiksi adalah realitas, bukan fakta.

Rocky tiba-tiba bertanya kepada seluruh pembicara yang hadir di acara tersebut. Dia mengatakan ‘apakah kitab suci itu fiksi atau bukan’.

Tak ada yang menjawab terkait pertanyaan tersebut sampai akhirnya Rocky menegaskan kitab suci itu adalah fiksi. Beberapa pembicara tampak tak setuju dengan pernyataan Rocky. Dia pun memberikan penjelasan perihal pernyataan tersebut. (SFA)

Sumber: SuaraSosmed

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: