Afrika

Warbler Saudi, Sudan Kesal Ke Riyadh Karena Dianggap Budak oleh Bin Salman

Kamis, 30 November 2017 – 15.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SUDAN – Mujtahid Whistleblower Arab Saudi, yang terkenal dengan cuitannya di Tiwtter mengungkapkan rincian dramatis tentang hubungan antara putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, dan pemerintah Sudan.

Baca: Buah Sudan Patuh Kepada Saudi Dalam Pembantaian Rakyat Yaman

Dia mengatakan Presiden Sudan Omar al-Bashir mungkin terpaksa menarik pasukannya dari Yaman karena beberapa alasan, termasuk terbunuhnya 1.000 dari 7.000 tentaranya yang telah ditugaskan ke Yaman.

Dia menambahkan bahwa Sudan “belum menerima sepeserpun uang dari miliaran dolar yang telah dijanjikan, selain masalah bin Salman dengan Mesir dalam sebuah konflik Halaib dan menganggapnya milik Mesir.”

Dia menjelaskan bahwa yang menambah ketegangan hubungan antara kedua pihak adalah “Bin Salman mendesak Sudan untuk memutuskan hubungan dengan Qatar dengan cara yang tidak tepat.”

Baca: Dokumen Rahasia; Rencana Pembunuhan Presiden Sudan Selatan

Menurut Mujtahid, pertanyaan tersebut telah meningkatkan keuntungan perang ini bagi Sudan, lalu parlemen, dan sekarang bagi kemiliteran Sudan. Kontroversi tersebut sekarang meningkat dengan cepat dan menekan Bashir.

Mujtahid kembali mengisyaratkan rasa malu yang disebabkan oleh bin Salman kepada Bashir di depan rakyatnya. Meskipun dengan banyak pengorbanan orang Sudan di Yaman, mereka tidak dihargai oleh Pangeran Mahkota Saudi seperti Mesir yang diberi imbalan miliaran dolar.

Dia menambahkan “Penghinaan nyata terhadap Bashir terjadi setelah dia mengulangi klaim miliaran tersebut kepada putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, tapi dia justru menerapkan sebuah syarat baru yaitu memotong hubungan dengan Qatar”.

Baca: Fakta Perang Yaman Permalukan Wajah Mohammed Bin Salman dan Arab Saudi

Dia juga menambahkan “dan yang lebih buruk lagi, cara interaksi rasisme putra mahkota Saudi, seolah Bashir adalah budak yang menjalankan tugas tuannya, bin Salman, yang  menegaskan bahwa nilai miliaran tersebut adalah karena kedermawanan dia bukan hak Sudan”. (SFA)

Sumber: arabi21

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: