Headline News

Wapres AS dan Raja Abdullah II Yordania Bersitegang Terkait Yerusalem

Wapres AS dan Raja Abdullah II Yordania

Senin, 22 Januari 2018 – 06.29 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YORDANIA – Wakil presiden AS mengatakan bahwa dia dan Raja Abdullah II dari Yordania telah “setuju untuk tidak setuju” atas dampak keputusan administrasi Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca: Ankara: Saudi & UEA Gadaikan Mekkah, Madinah dan Yerusalem ke AS dan Israel

Mike Pence bertemu dengan Raja Abdullah II di ibukota Jordania, Amman, Minggu (21/01/2018), sebagai bagian dari tur tiga negara di Timur Tengah.

Berbicara di sebuah konferensi media, Raja Abdullah mengatakan kepada Pence bahwa dia melihat Washington membangun “kepercayaan dan kepercayaan diri,” namun menambahkan bahwa Yordania melihat konflik Israel-Palestina sebagai “potensi sumber ketidakstabilan utama” di Timur Tengah.

Pence mengatakan bahwa dia ingin mempertahankan peran Yordania sebagai penjaga situs suci Yerusalem dan menegaskan kembali komitmen Washington terhadap solusi dua negara. “Kami tidak memiliki posisi pada batas dan status akhir, itu bisa dinegosiasikan,” kata Pence.

Baca: Hizbullah dan Liga Arab Kecam Veto AS atas Resolusi PBB Soal Yerusalem

Raja Yordania bersikeras bahwa Yerusalem Timur harus menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan yang didirikan di atas tanah yang diduduki oleh Israel sejak tahun 1967. “Kami berharap bahwa AS akan menjangkau dan menemukan jalan yang benar untuk melangkah maju dalam situasi yang penuh tantangan ini,” dia kata.

Pence, yang mendapat sambutan unjuk rasa saat tiba di Amman, mengatakan bahwa dia “setuju untuk tidak setuju” dengan Raja Abdullah mengenai keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Deklarasi Trump disambut dengan demonstrasi yang meluas di seluruh dunia Arab, mendapat kritik dari para pemimpin regional yang melihatnya sebagai penghentian peran Amerika sebagai mediator dalam perundingan Israel-Palestina dan mengurangi harapan akan penyelesaian menyeluruh antara kedua negara tersebut.

Baca:Iran Kutuk Veto AS di PBB Terkait Yerusalem Ibu Kota Israel

Pence memulai tur tiga negara dengan sebuah pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di istana kepresidenan Kairo, Jumat. Setelah pertemuannya dengan Raja Abdullah, Pence terbang untuk bertemu dengan tentara AS di sebuah pangkalan militer di dekat perbatasan Yordania-Suriah. Dari sana, dia terbang ke Tel Aviv dimana dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu malam. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: