Fokus

Walid Muallem: Kehadiran Militer Iran di Suriah Sah

Walid Muallem

SURIAH – Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem mengatakan Iran tidak memiliki kehadiran atau pangkalan militer di negaranya, tetapi penasihat militer Iran ada di sini untuk membantu Damaskus melawan kelompok-kelompok teroris, seperti dilansir PressTv (02/06).

Baca: Netanyahu: Israel Akan Serang Iran di Suriah

“(Tidak ada) kehadiran militer Iran di wilayah Suriah; lebih tepatnya ada penasihat yang bekerja bersama tentara Arab Suriah,” kata Muallem dalam konferensi pers di ibukota Suriah, Damaskus, pada hari Sabtu.

Muallem mengatakan kehadiran penasihat militer Iran di Suriah adalah sah dan berdasarkan undangan dari pemerintah Suriah dan mereka mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan Damaskus.

Menteri luar negeri Suriah lebih lanjut berterima kasih kepada Iran karena membantu Suriah dalam perang yang sedang berlangsung melawan kelompok militan yang didukung asing.

Sejak awal krisis, Iran telah mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme yang didukung dan didanai oleh negara-negara Arab dan internasional,” katanya.

Baca: Lagi, Netanyahu Ketakutan Keberadaan Militer Iran di Suriah

Diplomat Suriah lebih lanjut menolak klaim Israel bahwa Iran memiliki pangkalan militer di negaranya, dan mengatakan bahwa rezim Tel Aviv membuat propaganda seperti itu dalam upaya untuk mencoba menekan Iran. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Suriah adalah negara berdaulat dan akan bekerja sama dengan siapa pun yang ingin melawan terorisme.

Iran telah menawarkan dukungan penasihat militer ke Suriah atas permintaan pemerintah Damaskus, dan memungkinkan pasukannya untuk mempercepat kemenangan di berbagai medan dalam melawan kelompok-kelompok teror.

Baca: Jurnalis: Tak Ada Pangkalan Iran di Suriah Seperti Dituduhkan Israel

Israel telah sering menyerang sasaran militer di dalam Suriah yang secara luas dipandang sebagai upaya untuk menopang kelompok-kelompok teroris yang telah menderita kekalahan berat di tangan tentara Suriah.

Ada peningkatan dalam serangan-serangan Israel sejak akhir tahun lalu pasca kehancuran kelompok teroris Takfiri ISIS, yang secara signifikan menurunkan moral kelompok-kelompok militan lain yang beroperasi melawan Damaskus.

Pasukan AS harus meninggalkan Suriah

Muallem juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan AS di Suriah tidak sah dan mereka harus menarik diri dari wilayah Suriah, termasuk dari daerah Tanf di selatan Suriah. Dia juga mengatakan bahwa Damaskus tidak terlibat dalam pembicaraan tentang wilayah selatan negara itu.

“Jangan percaya pernyataan apapun tentang kesepakatan selatan Suriah kecuali pasukan AS menarik diri dari daerah al-Tanf,” katanya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: