Eropa

Wajah Suram Turki dan Erdogan di Suriah

Selasa, 16 Mei 2017 – 07.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TURKI – Inilah wajah suram Turki dan Erdogan di Suriah. Sebagai konsekuensi dari Memorandum Astana dan pelaksanaan selanjutnya, Turki menemukan dirinya dalam posisi genting. Posisi canggung ini sepenuhnya dari perbuatannya sendiri. Alih-alih tetap berada di luar konflik Suriah, malah memilih satu sisi dan berpegang teguh padanya, Turki akhirnya berada di beberapa situasi secara bersamaan antara lain: (Baca: Riyadh Haddad: Turki Ciptakan Dua Kelompok Teroris Baru di Suriah)

  • Secara militer, Turki memerangi pemerintah Suriah dengan menggunakan tentaranya sendiri dan wakil terorisnya FSA.
  • Secara militer, Turki juga memerangi orang Kurdi yang pada gilirannya memerangi jihadis, termasuk FSA yang didukung Turki.
  • Secara politis, Turki adalah bagian dari Perundingan Damai Astana yang dipimpin Rusia, sehingga sebagian membawa Turki ke orbit politik Rusia di wilayah tersebut.

Secara politis dan militer, Turki adalah anggota NATO dan secara teknis adalah sekutu AS jangka panjang, meskipun terkadang bertentangan dengan AS, terutama mengenai dukungan Amerika untuk pejuang Kurdi di Suriah.

Daftar yang disebutkan di atas penuh dengan kontradiksi melebihi dari sekadar minum miras untuk tidak mabuk, tapi disitulah Turki berada di bawah Presiden Erdogan. kemana Turki akan dibawa? (Baca: Operasi Terbaru Erdogan di Suriah)

Berikut adalah tiga arah yang memungkinkan.

  1. Melanjutkan perlawanan dalam pertempuran yang pasti kalah.

Turki jelas tidak memiliki hak untuk melanggar hukum internasional. Invasi dan pendudukan Turki terhadap Suriah secara nyata ilegal dan sama sekali tidak bermoral. Hal yang sama berlaku untuk semua negara lain yang beroperasi di Suriah dengan pengecualian Rusia dan Iran. Demikian juga, pejuang Hizbullah telah diundang oleh Damaskus, meski tidak ada pejuang non-pemerintah lainnya.

Ada kemungkinan bahwa Turki akan terus secara ilegal masuk lebih jauh ke Suriah, bahkan setelah memorandum Astana tersebut menciptakan apa yang disebut zona de-eskalasi. Jika Turki melakukan ini, itu berarti sedikit yang telah berubah di wilayah Suriah yang dikuasai Turki dan terus dianiaya.

Namun ini tidak berarti bahwa Memorandum Astana  adalah sebuah kegagalan. Memorandum Astana seharusnya dipahami sebagai dokumen politik yang dirancang untuk memaksa Turki masuk ke sebuah sudut, mengisolasi Amerika Serikat dari berperan negatif yang berpengaruh dalam konflik tersebut dan bersamaan dengan itu, mengisolasi Teluk dari sekutu NATO-nya.

Dalam hal ini, Memorandum hampir semuanya berhasil. Keseimbangan politik kekuasaan telah bergeser dari musuh-musuh Suriah dan menuju penyelesaian yang didominasi Rusia. Karena Rusia betul-betul apa adanya ketika mengatakan bahwa hanya Syria yang bisa menentukan takdir politiknya sendiri, penyelarasan kekuasaan geo-politik baru ini bekerja demi Suriah yang berdaulat. (Baca: Trump dan Erdogan Kompak Lanjutkan Agresi Barbarnya di Suriah)

Turki dapat terus terlibat dalam pertempuran demi pertempuran di Suriah, namun jika Turki ingin terjebak dalam perang dengan Suriah selama bertahun-tahun kedepan, maka itu akan menjadi peperangan yang akan berakhir ketika Turki harus mundur cepat atau lambat.

Selanjutnya, masyarakat Turki dengan cepat kehilangan nafsu untuk perang dengan pihak asing, terutama di dunia Arab. Jika Erdogan melanjutkan dengan pola pikirnya yang keras kepala, mungkin ini adalah kehancurannya di lini depan dalam negri.

  1. Menghadapi Musuh Baru (lama)

Jika Turki ingin tetap menjadi anggota serius Grup Astana sementara Suriah yang sudah tidak menganggap serius Turki, demikian juga Iran sebagai sesama anggota Astana  memiliki kecurigaan yang dalam (seperti halnya Rusia secara pribadi), Turki seharusnya menahan diri untuk tidak mencampuri urusan militer di Suriah. Turki menurut skenario ini, juga harus menahan diri untuk tidak membuat pernyataan politik sepihak. Hampir dapat dipastikan bahwa pernyataan berani akan dibuat di “rumah”, namun pemerintah Turki harus menahan diri dari ucapan seperti itu ketika telinga dunia sedang mendengarkan. (Baca: Erdogan Akui Beri Dukungan Militer dan Logistik Kepada FSA di Suriah)

Dalam skenario ini, Turki hanya akan berkonsentrasi melawan pasukan Kurdi. Ini juga menyiratkan bahwa Turki akan berselisih dengan AS. Hal-hal seperti itu akan bermanifestasi.

Jika Turki bersikeras untuk mencapai sesuatu di Suriah tapi tidak ingin mengasingkan diri dari proses perdamaian yang didominasi Rusia, hal itu dapat dilakukan dengan fokus sepenuhnya pada masalah Kurdi. Namun ini bisa berarti menjual AS untuk Rusia dalam hal semacam ‘persekutuan’. Apakah Turki bersedia melakukan ini? Ada tanda-tanda tertentu yang mengindikasikan bahwa Turki sudah siap untuk melakukannya, tentu dalam hal perdagangan.

  1. Damai Secara Terhormat

Ini adalah ungkapan yang diciptakan oleh Richard Nixon untuk menyiratkan ‘mundur sambil menyelamatkan muka’. Meskipun Erdogan memiliki cukup waktu untuk memanfaatkan banyak jalan keluar yang mudah dari konflik Suriah, kebanyakannya ditata oleh Rusia, Erdgoan sejauh ini belum memanfaatkan salah satu dari ini.

Dengan Suriah memenangkan perang melawan teroris, termasuk mereka yang didukung oleh Turki dan Amerika yang bertempur bersamaan orang Kurdi, ini akan menjadi pilihan paling praktis bagi Turki.

Dengan mendaftar dalam kesepakatan Astana, Turki diizinkan untuk mendapat kehormatan memiliki namanya dalam penyelesaian politik yang banyak orang anggap penting. Ini akan memberi Turki martabat de facto yang diinginkan oleh ego Erdogan.

Masalahnya, Erdogan bukanlah orang yang praktis. Dia ambisius dan didorong oleh ego dan fanatisme. Sebagaimana dikatakan, bahkan jam yang rusak benar dua kali dalam sehari. Erdogan hanya perlu bersikap benar satu kali untuk membebaskan dirinya dari kejahatannya.

Rusia atau Amerika akan melihat dia sebagai orang yang bertanggung jawab atas kejahatannya terhadap kemanusiaan. Dia harus mempertimbangkan keuntungan dan mengambil pilihan ini dengan sesegera mungkin. (SFA)

Sumber: SOTT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: