Analisis

Wajah Ketakutan Israel di Suriah Semakin Tampak

Selasa, 13 Februari 2018 – 17.39 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEL AVIV – Media Israel ramai menganalisis ketegangan dengan Suriah dan Iran dalam dua hari terakhir dan memprediksi apa yang akan terjadi dari konfrontasi berikutnya, sesuai dengan perkiraan militer.

Baca: Dibalik Duel Udara Paling Seru Israel dan Suriah

Maariv mengutip bahwa Jenderal Amiram Levine, mantan komandan wilayah utara, mengatakan “insiden kemarin belum berakhir, karena kita masih dalam rehat sementara”.

Dia mengklaim bahwa Israel beruntung, insiden terakhir tidak berakhir dengan pembunuhan atau penculikan pilotnya, namun jelas bahwa kami menghadapi insiden darurat dan berbahaya dari Iran, yang mencoba menyusup ke Israel dengan pesawat tak berawak.

Yoav Zaiton, koresponden militer untuk Yedioth Ahronoth, mengutip analisa dari kalangan militer Israel bahwa konfrontasi yang akan datang dengan Iran hanya masalah waktu saja. Hal ini tak terelakkan. Meski telah berakhir, Israel yakin bahwa Iran akan melanjutkan upayanya membangun basis militer di Suriah.

Baca: Jenderal Suriah: Jatuhnya F-16 Israel Pesan Kuat untuk Zionis

Tapi tanggapan Israel akan semakin kuat pada saatnya, meski Suriah sadar betul bahwa akan membayar harga yang mahal jika insiden itu terjadi lagi lain kali.

Komandan angkatan udara Israel, Jenderal Yoel Strick, mengatakan bahwa apa yang terjadi di Suriah baru-baru ini adalah model dari apa yang kita sebut pertempuran dalam peperangan, namun tiba-tiba berubah menjadi perang nyata, luas dan komprehensif. Selama kehadiran militer Iran tingkat lanjut di Suriah, Israel tidak akan mengizinkannya.

Komandan yang bertanggung jawab atas angkatan udara, Amnon Ein-Dar, mengatakan bahwa Israel akan melanjutkan pekerjaannya di Suriah, dan mengungkapkan bahwa tahun lalu hanya menyaksikan pelaksanaan ribuan operasi Israel di dalamnya, walaupun apa yang terjadi berkenaan jatuhnya pesawat tidak memuaskan kita. Namun, kita akan terus lanjut dan akan mempelajari itu untuk tindakan di masa mendatang.

Baca: Senjata Terbaru Hizbullah Bikin AS, Israel dan Teluk Ketakutan

Jenderal Amit Fischer mengatakan bahwa kita siap untuk operasi intelijen dan lapangan untuk menghadapi ancaman yang terus bertambah. Uji coba besar akan dilakukan pada saat perang, sehingga pesan kita kepada musuh akan menjadi jelas dan tegas: kita akan merespons dengan segenap kekuatan kita. (SFA)

Sumber: Arabi21

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: