Artikel

Wahabi, Ideologi Brutal yang Hancurkan Saudi dan Indonesia

Wahabi dan Dogma Radikal

JAKARTA – Ideologi radikal Wahabi terlepas dari retorika sekulernya yang munafik, yang diproduksi terutama untuk konsumsi lokal tetapi tidak untuk koloni-koloninya, Barat mengagungkan atau setidaknya menolak untuk secara terbuka mengkritik ciptaannya (Wahabi) yang brutal dan ‘anti-manusia’. Sebuah konsep yang telah menghabiskan dan menghancurkan kedua negara baik Kerajaan Arab Saudi maupun Indonesia.

Baca: BIN: Wahabisme dan Takfirisme Sumber Radikalisme

Faktanya, Barat mencoba untuk meyakinkan dunia bahwa kedua negara ini ‘normal’, dan dalam kasus Indonesia, negara yang ‘demokratis’ dan ‘toleran’. Padahal di saat yang sama, Barat secara konsisten telah memusuhi hampir semua negara sekuler atau relatif sekuler dengan mayoritas besar Muslim, seperti Suriah (sampai sekarang), juga Afghanistan, Iran (sebelum kudeta tahun 1953), Irak dan Libya, sebelum mereka secara menyeluruh dan brutal dihancurkan.

Kondisi yang bisa dilihat di KSA, Indonesia, dan Afghanistan masa kini , adalah akibat langsung dari intervensi dan indoktrinasi Barat. Dogma Wahabi yang disuntikkan (oleh Barat) memberikan proyek Barat ini sebuah cita rasa Muslim, sementara membenarkan triliunan dolar pada ‘pembelanjaan pertahanan’ untuk apa yang disebut ‘Perang Melawan Teror’ (sebuah konsep yang  bisa digambarkan seolah memasukkan ikan ke sebuah kolam pemancing Asia dan kemudian meminta bayaran untuk mengeluarkan ikan-ikan itu). Kepatuhan, bahkan ketundukan sepenuhnya adalah kondisi yang Barat inginkan terjadi di negara ‘klien’ dan neo-koloninya.

Baca: Tiga Cara Wahabi dan Kelompok Radikal Untuk Hancurkan NKRI

KSA adalah piala penting karena minyaknya, dan posisi strategisnya di kawasan. Penguasa Saudi rela melakukan apapun hanya untuk menyenangkan tuan mereka di London dan Washington, menerapkan kebijakan luar negeri pro-Barat yang paling agresif. Afghanistan dinilai sebagai lokasi geografisnya, yang berpotensi memungkinkan Barat untuk mengintimidasi dan bahkan akhirnya menyerang Iran dan Pakistan, sambil memasukkan gerakan-gerakan Muslim ekstrem ke China, Rusia, dan bekas republik Soviet di Asia Tengah.

Antara 1 hingga 3 juta orang Indonesia ‘harus’ dibantai pada tahun 1965-1966, untuk menetapkan kekuasaan pada sebuah kelompok turbo-kapitalis yang korup, yang dapat menjamin bahwa sumber daya alam yang awalnya tak terbatas (meskipun sekarang dengan cepat menipis) bisa mengalir, tidak terganggu dan sering tidak terlacak, ke tempat-tempat seperti Amerika Utara, Eropa, Jepang dan Australia.

Terus terang, sama sekali tidak ada yang ‘normal’ tentang negara-negara seperti Indonesia dan KSA. Faktanya, akan memakan waktu beberapa dekade, tetapi kemungkinan besar seluruh generasi, untuk mengembalikan mereka ke setidaknya kondisi normal. Bahkan jika prosesnya akan segera dimulai. Barat berharap bahwa pada saat semua ini berakhir, hampir semua sumber daya alam negara-negara ini telah habis.

Namun prosesnya bahkan belum dimulai. Alasan utama bagi stagnasi intelektual dan kurangnya perlawanan ini sangat jelas, yaitu, orang-orang di negara-negara seperti Indonesia dan KSA telah dikondisikan sehingga mereka tidak dapat melihat realitas brutal yang mengelilingi mereka. Mereka diindoktrinasi dan ‘ditenangkan’. Mereka diberitahu (dicuci otak) bahwa sosialisme berarti sama dengan ateisme dan bahwa ateisme itu jahat, ilegal serta ‘berdosa’.

Baca: Muhammad Zazuli: Wahabi Ideologi Teroris

Dari sini, Islam kemudian dimodifikasi oleh para demagog Barat dan Saudi, dan telah “dikirim ke pertempuran-pertempuran”, melawan kemajuan serta pengaturan yang adil dan egaliter atas dunia.

Versi agama ini (Wahabi) dengan tidak menyesal membela imperialisme Barat, kapitalisme yang ganas, serta kejatuhan intelektual dan kreatif dari negara-negara di mana versi agama itu disuntikkan, termasuk Indonesia.

Di sana, pada gilirannya, Barat mentoleransi korupsi menyeluruh, kurangnya layanan sosial yang mengerikan, dan bahkan genosida dan holocausts yang pertama-tama dilakukan terhadap orang Indonesia sendiri, kemudian melawan rakyat Timor Timur, dan sampai hari ini melawan orang Papua yang tak berdaya, perempuan dan anak-anak.

Baca: Peneliti UI Bongkar Siasat Wahabi Kuasai Masjid-masjid Pemerintahan

Dan bukan hanya mentolerir, Barat berpartisipasi langsung dalam pembantaian dan kampanye pemusnahan ini, mereka juga turut serta menyebarkan bentuk-bentuk terorisme dan dogma Wahabi ke semua penjuru dunia. Semua ini, sementara puluhan juta pengikut Wahabisme mengisi masjid setiap hari, melakukan ritual mekanis tanpa pemikiran yang mendalam atau pencarian jiwa.

Wahabisme telah berhasil. Dogma ini berhasil digunakan untuk perusahaan-perusahaan pertambangan dan bank dengan kantor pusat mereka di London dan New York. Ini juga bekerja sangat baik bagi para penguasa dan ‘elit’ lokal di dalam negara ‘klien’. (SFA)

Penulis: Andre Vltchek adalah filsuf, novelis, pembuat film, dan jurnalis investigasi. Dia adalah pencipta Vltchek World di Word and Images, seorang penulis novel revolusioner Aurora dan beberapa buku lainnya. Dia menulis khusus untuk majalah online “New Eastern Outlook”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: