ISIS

Wagub Jakarta: Bom Bunuh Diri ya Mati Sangit Bukan Syahid

Kamis, 07 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengecam insiden bom yang terjadi berturut-turut di sejumlah negara selama bulan Ramadan ini. Meskipun pelaku sejumlah ledakan tersebut mengatasnamakan Islam, Djarot menolak anggapan salah kaprah itu.

Menurut Djarot, tindakan kekerasan tidak bisa diidentikkan dengan agama Islam karena keduanya saling bertentangan. “Kalau insiden bom, mereka kan agamanya agama kekerasan. Islam tidak seperti itu,” kata Djarot di Balai Kota, Rabu, 6 Juli 2016.

Ahok mengatakan agama Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Selain itu, Islam adalah agama yang memberikan rahmat kepada seluruh alam. “Rahmatan lil alamin,” tutur Djarot.

Selama ini, mereka yang melakukan teror, kata Djarot, selalu berdalih ingin berjuang di jalan Tuhan dengan mati syahid. Namun, Djarot mengatakan mati dalam tindakan kekerasan tidak sama dengan mati sahid. “Jadi mereka yang mati sangit, bukan mati syahid ya, biarkan saja dengan kekerasannya,” kata Djarot.

Djarot meminta agar seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta tidak takut atas teror yang terjadi belakangan ini. Sampai tadi malam, Djarot mengatakan Jakarta aman dari segala bentuk teror. “Masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu teroris,” kata Djarot.

Sebuah ledakan yang terjadi di halaman Kepolisian Resor Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Selasa pagi, 05 Juli 2016. Ledakan bom bunuh diri itu melukai seorang anggota Provos Polresta Surakarta, Brigadir Kepala Bambang Adi. (SFA)

Sumber: Tempo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: